Keterbukaan diri merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki
oleh remaja untuk bisa melewati tahap-tahap perkembangan yang dilaluinya
dengan baik, terutama dikarenakan masa remaja adalah usia dimana individu
mulai berinteraksi dengan orang lain untuk menjalin relasi atau hubungan sosial
yang baru. Dengan melakukan keterbukaan diri akan membuat orang lain mau
menerima remaja tersebut. Keterampilan keterbukaan diri yang dimiliki oleh
remaja, akan membantu remaja dalam mencapai penyesuaian diri. Apabila remaja
tersebut tidak memiliki kemampuan keterbukaan diri, maka remaja akan
mengalami kesulitan berinteraksi dengan orang lain (Gainau, 2009:2). Misalnya
dalam lingkungan keluarga dijumpai adanya pertentangan antara remaja dengan
orang tua dan salah satu penyebabnya adalah kurang adanya keterbukaan diri
remaja. Hal ini dapat dilihat dari gejala-gejala seperti tidak bisa mengeluarkan
pendapat, tidak mampu mengemukakan ide atau gagasan yang ada pada dirinya,
merasa was-was atau takut jika hendak mengemukakan sesuatu.
Keterbukaan diri bagi remaja berguna untuk mengatasi masalah yang
sedang dihadapi karena keterbukaan diri merupakan cara langsung agar dipahami
oleh orang lain. Keterbukaan diri juga merupakan cara untuk mendapatkan
dukungan dalam melewati masa penyesuaian diri, baik dengan lingkungan
maupun penyesuaian dengan perubahan internal. Keterbukaan diri pada masa
remaja ini tidak hanya terbatas kepada teman, tetapi juga perlu melibatkan orang
tua karena remaja tidak dapat lepas sepenuhnya dari pengaruh orang tua.
Keterbukaan remaja dapat berupa kegiatan berbagi dan membicarakan topik-topik
yang menarik maupun yang tidak menyenangkan bersama teman dekat dan orang
tua (Mujab dkk, 2006:12).
Meskipun remaja sering mengandalkan teman-teman sebaya untuk
mendukung dan bersahabat, namun orang tua tetap menjadi sumber bagi remaja
untuk mendapatkan kenyamanan dengan remaja aktif mencari berbagai sumber
informasi dengan mengungkapkan diri atau memberitahu orang tua mereka
tentang pengalaman yang dialaminya. Salah satu alasan remaja mengungkapkan
diri kepada orang tua tentang masalah yang mereka hadapi adalah untuk mencari
solusi dari orang tua tentang bagaimana cara mengatasi masalah tersebut (Almas,
2009:79)
