Gaya kepemimpinan transformasional adalah sebuah gaya pendekatan diri
dengan cara yang memimpin dan mengarahkan karyawan dalam mewujudkan
sebuah misi, tujuan serta tugas perusahaan yang bersifat berbeda yaitu
kepemimpinan transformasional sendiri cenderung memilki sifat yang energik dan
bersemangat dalam memimpin. Salah satu penjelasan teori gaya kepemimpinan
transformasional menurut para ahli mengatakan bahwa “Kepemimpinan
transformasional adalah jenis gaya kepemimpinan yang mengarah ke perubahan
positif pada mereka yang mengikuti (pengikut). Pemimpin transformasional
umumnya energik, antusias dan bergairah. Tidak hanya para pemimpin
memperhatikan dan terlibat dalam proses, mereka juga difokuskan untuk
membantu setiap anggota kelompok untuk dapat berhasil juga” (Pmcounseling,
2011).
Selanjutnya (Bass dan Ruth, 2009) menjelaskan bahwa kepemimpinan
transformasional adalah pemimpin yang memiliki cara tertentu untuk
mempengaruhi bawahannya. Sehingga, bawahan merasa adanya kepercayaan,
kebanggaan, loyalitas dan rasa hormat kepada atasan, dan mereka termotivasi
untuk melakukan melebihi apa yang diharapkan. Dengan adanya gaya
kepemimpinan transformasional diharapkan perusahaan tersebut mempunyai
pergerakan pemimpin sangat mempengaruhi kinerja yang lebih baik dikarenakan
dengan cara memimpin yang sedikit berbeda. (Bass dan Ruth, 2009) mengatakan
adapun terdapat empat karakteristik dan sekaligus sebagai dimensi kepemimpinan
transformasional antara lain:
a. Pengaruh Idealis (Individualized Influence), pemimpin menetapkan
standar tinggi dari tingkah laku, moral dan etika, serta menggunakan
kemampuan untuk menggerakkan individu maupun kelompok untuk
pencapaian bersama.
b. Motivasi Inspirational (Inspirational Motivation), Pemimpin bertindak
sebagai model atau panutan bagi pengikut mengkomunikasikan visi,
komitmen pada tujuan organisasi, dan mengarahkan upaya-upaya
pengikut.
c. Stimulasi Intelektual (Intellectual Stimulation), pemimpin merangsang
para bawahan untuk berpikir secara kreatif dan inovatif, dengan
memberikan asumsi pertanyaan, merancang kembali masalah yang telah
lampau untuk diselesaikan oleh bawahan dengan cara baru. Pemimpin
bersikap proaktif, kreatif dan inovatif dalam mengambil gagasan, memiliki
ideologi yang radikal dan melakukan pencarian gagasan dalam
memecahkan masalah.
d. Konsiderasi Individual (Individualized Consideration), secara pribadi
pemimpin memberikan perhatian secara pribadi kepada bawahan dengan
bertindak sebagai mentor, hal ini guna meningkatkan kebutuhan dan
kemampuan bawahan kepada tingkat yang lebih tinggi.
