Fungsi Keterbukaan Diri


Menurut Derlega dan Grzelak (dalam Kilamanca, 2010) ada lima fungsi
keterbukaan diri yaitu sebagai berikut

  1. Ekspresi ( Exspression)
    Dalam kehidupan ini kadang-kadang kita mengalami suatu kekecewaan atau
    kekesalan, baik itu yang menyangkut pekerjaan ataupun yang lainnya. Untuk
    membuang semua kekesalan itu biasanya kita akan merasa senang bila
    bercerita pada seorang teman yang sudah kita percaya. Dengan pengungkapan
    diri semacam ini kita mendapat kesempatan untuk mengekspresikan perasaan
    kita.
  2. Penjernihan diri (Self-Clarification)
    Dengan saling berbagi rasa serta menceritakan perasaan dan masalah yang
    kita hadapi kepada orang lain, kita berharap agar dapat memperoleh
    penjelasan dan pemahaman orang lain akan masalah yang kita hadapi
    sehingga pikiran kita akan menjadi lebih jernih dan kita dapat melihat duduk
    persoalannya dengan lebih baik.
  3. Keabsahan Sosial (Sosial Validation)
    Setelah kita membicarakan masalah yang sedang kita hadapi, biasanya
    pendengar kita akan memberikan tanggapan mengenai permasalahan tersebut.
    Sehingga dengan demikian, kita akan mendapatkan suatu informasi yang
    bermanfaat tentang pendengaran akan pandangan kita. Kita dapat memperoleh
    dukungan dan sebaliknya.
  4. Kendali Sosial (Sosial Control)
    Seseorang dapat mengemukakan atau menyembunyikan informasi tentang
    keadaan dirinya yang dimaksudkan untuk mengadakan kontrol sosial,
    misalnya orang akan mengatakan sesuatu yang dapat menimbulkan kesan baik
    tentang dirinya.
  5. Perkembangan hubungan (Relationship development)
    Saling berbagi rasa dan informasi tentang diri kita kepada orang lain serta
    saling mempercayai merupakan saran yang paling penting dalam usaha
    merintis suatu hubungan sehingga akan semakin meningkatkan derajat
    keakraban.
    Jadi fungsi keterbukaan diri pada individu yaitu untuk membuang suatu
    kekesalan, kesedihan, kecemasan, kemarahan pada diri individu tersebut agar mereka
    merasa lega dengan adanya keterbukaan diri dengan orang lain. Dengan mereka
    saling berbagi serta menceritakan perasaan yang dialaminya maka individu
    mendapatkan suatu penyelesaian atau solusi dari masalah yang dihadapinya