Menurut Devito (dalam Masturah, 2013) faktor-faktor yang mempengaruhi
pengungkapan diri diantaranya:
a. Besar kelompok: pengungkapan diri lebih banyak terjadi dalam kelompok
kecildaripada kelompok besar. Kelompok yang terdiri atas dua orang
merupakan lingkungan yang paling cocok untuk pengungkapan diri. Dengan
satu pendengar, pihak yang melakukan pengungkapan diri meresapi dengan
cermat.
b. Perasaan menyukai (afiliasi): kita membuka diri dengan orang-orang yang kita
sukai atau cintai, dan kita tidak akan membuka diri kepada orang yang tidak
kita sukai.
c. Efek diadik: kita melakukan pengungkapan diri bila orang yang bersama kita
juga melakukan pengungkapan diri. Ini membuat kita merasa lebih aman.
d. Kompetensi: orang yang kompeten lebih banyak melakukan pengungkapan
diri daripada orang yang kurang kompeten.
e. Kepribadian: orang-orang yang pandai bergaul (sociable) dan ekstovert
melakukan pengungkapan diri lebih banyak daripada mereka yang kurang
pandai bergaul dan lebih introvert.
f. Topik: kita lebih mengungkapkan informasi diri tentang pekerjaan dan hobi
kitadaripada tentang kehidupan seks dan situasi keuangan kita.
g. Jenis kelamin: umumnya, pria lebih kurang terbuka daripada wanita.
Jadi keterbukan diri menurut faktor-faktor yang mempengaruhi diatas bahwa
seseorang akan melakukan pengungkapan diri ketika lawan bicara atau teman,
saudara, orangtua dan lain sebagainya juga melakukan keterbukaan diri pada individu
tersebut. Biasanya individu lebih nyaman melakukan keterbukaan diri dengan orang
yang dicintai dan disukainya
