Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Disiplin Kerja


Pemimpin mempunyai pengaruh langsung atas sikap kebiasaan yang
diperoleh karyawan karena itu, untuk mendapatkan disiplin yang baik, maka
pemimpin harus memberikan kepemimpinan yang baik pula. Faktor-faktor yang
mempengruhi disiplin kerja karyawan. Singodimedjo dalam buku (Sutrisno, 2017:
89-92) adalah:

  1. Besar kecilnya pemberian kompensasi
    Besar kecilnya kompensasi dapat mempengaruhi tegaknya disiplin, Para
    karyawan akan mematuhi segala peraturan yang berlaku, jika karyawan
    mendapatkan jaminan balas jasa yang setimpal.
  2. Ada tidaknya keteladanan pimpinan dalam perusahaan
    Semua karyawan akan memerhatikan bagimana pimpinan dapat
    mengendalikan dirinya dari ucapan, perbuatan, dan sikap yang dapat
    merugikan anturan disiplin yang ditetapkan.
  3. Ada tidaknya aturan yang dapat dijadikan pegangan
    Pembinaan disiplin tidak akan terlaksana dalam perusahaan, jika tidak ada
    aturan tertulis yang pasti untuk dapat dijadikan pegangan bersama.
  4. Keberhasilan pimpinan dalam mengambil tindakan
    Tindakan tegas yang diambil seorang pimpinan akan membuat karyawan
    merasa terlindungi dan membuat karyawan berjanji tidak akan mengulangi
    kesalahan yang telah dilakukan.
  5. Ada tidaknya pengawasan pimpinan
    Pegngawasan yang dilakukan atasan langsung ini sering disebut WASKAT.
    Pemimpin bertanggung jawab melaksanakan pengawasan melekat ini pada
    tingkat manapun, sehingga tugas-tugas yang dibebankan kepada bawahan tidak
    menyimpang dari apa yang telah ditetapkan.
  6. Ada tidaknya perhatian kepada para karyawan
    Pimpinan yang memberikan perhatian kepada karyawan akan selalu dihormati
    dan dihargai oleh para karyawan sehingga berpengaruh besar kepada prestasi,
    semangat kerja, dan moral kerja karyawan.
  7. Diciptakan kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya disiplin, antara
    lain:
    a. Saling menghormati bila bertemu dilingkungan kerja
    b. Melontarkan pujian sesuai dengan tempat dan waktunya
    c. Sering mengikutsertakan karyawan dalam pertemuan-pertemuan, apalagi
    pertemuan yang berkaitan dengan nasib dan pekerjaan karyawan
    d. Memberi tahu bila meninggalkan tempat kepada rekan kerja, dengan
    menginformasikan kemana dan untuk urusan apa.