Definisi Remaja


kata “remaja” berasal dari bahasa latin yaitu adolescene. Menurut Papalia dan
Olds (2011) masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-
kanak dan dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 tahun atau 13 tahun dan
berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun (Jahja, 2011).
Adapun Hurlock (1990) membagi masa remaja menjadi masa remaja awal 13 tahun
tahun hingga 16 atau 17 tahun dan masa remaja akhir 16 atau 17 tahun hingga 18
tahun. Masa remaja awal dan akhir dibedakan oleh Hurlock karena pada masa remaja
akhir individu telah mencapai transisi perkembangan yang lebih mendekati masa
dewasa (Jahja, 2011).
Ciri khas remaja akhir adalah peleburan keintiman dan berahi. Usaha-usaha
yang sulit akan eksplorasi diri pada saat remaja awal berkembang menjadi pola tetap
akan aktivitas seksual di mana orang yang dicintai juga menjadi objek dari
ketertarikan berahi. Lawan jenis tidak lagi semata-mata diinginkan sebagai objek
seksual, namun sebagai seseorang yang mampu untuk dicintai tanpa pamrih. Berbeda
dengan tahapan sebelumnya yang diiringi perubahan biologis (Feist dan Gregory J.
Feist, 2010).
Remaja akhir yang sukses mencakup tumbuhnya gaya sinteksis. Di perguruan
tinggi atau tempat kerja, remaja akhir mulai bertukar pikiran dengan orang lain dan
mendapatkan gagasan atau keyakinan mereka disangkal. Mereka belajar dari yang
lain bagaimana hidup dalam dunia dewasa, namun perjalanan yang sukses di tehapan-
23
tahapan sebelumnya memfasilitasi penyesuaian ini. Apabila masa perkembangan
sebelumnya tidak sukses, maka mereka tiba di remaja akhir tanpa hubungan
interpersonal intim, pola tidak konsisten akan aktivitas seksual, dan kebutuhan besar
untuk mempertahankan operasi rasa aman (Feist dan Gregory J. Feist, 2010).
Fase remaja merupakan segmen perkembangan individu yang sangat penting,
yang diawali dengan matangnya organ-organ fisik (seksual) sehingga mampu
bereproduksi. Menurut Konopka (Jahja, 2011) masa rema ja ini meliputi:
 Remaja awal : 12-15 tahun
 Remaja madya : 15-18 tahun
 Remaja akhir : 19-22 tahun
Masa ini hampir selalu merupakan masa-masa sulit bagi remaja maupun orang
tuanya (Jahja, 2011). Ada sejumlah alasan yaitu sebagai berikut:
a. Remaja mulai menyampaikan kebebasan dan haknya untuk mengemukakan
pendapatnya sendiri. Tidak terhindarkan, ini dapat menciptakan ketegangan
dan perselisihan, dan dapat menjauhkan ia dari keluarganya.
b. Remaja lebih mudah dipengaruhi teman-temannya daripada ketika masih
lebih muda. Ini berarti pengaruh orang tua pun melemah. Remaja berperilaku
dan mempunyai kesenangan yang berbeda bahkan bertentangan dengan
perilaku dan kesenangan keluarganya. Seperti pada umumnya mode pakaian,
potong rambut atau musik.
c. Remaja mengalami perubahan fisik yang luar biasa, baik pertumbuhan
maupun seksualitasnya. Perasaan seksual yang mulai muncul dapat
menakutkan, membingungkan dan menjadi sumber perasaan salah.
d. Remaja sering menjadi terlalu percaya diri dan ini bersama-sama dengan
emosinya yang biasanya meningkat, mengakibatkan ia sukar menerima
nasehat orang tuanya