Desmita (2010) mengemukakan penyesuaian diri merupakan
konstruk psikologis yang luas dan kompleks, serta melibatkan semua
reaksi individu terhadap tuntutan baik dari lingkungan maupun dari
dalam diri individu itu sendiri. Permasalahan penyesuaian diri
menyangkut seluru aspek kepribadian individu, dalam interaksinya
dengan lingkungan dalam dan luar dirinya.
Kartono (2008) menambahkan penyesuaian diri adalah usaha
untuk mencapai keharmonisan pada diri sendiri dan lingkungannya
sehingga rasa bermusuhan, iri hati, dengki, prasangka depresi
kemarahan sebagai respon pribadi yang tidak sesuai dapat terkikis
habis.
Penyesuaian diri menurut Haber dan Runyon (2004), merupakan
suatu proses agar individu dapat menerima dan mengatasi perubahan
dalam setiap keadaan yang tidak dapat di duga sebelumnya. Lehner
dan Kube (2004), menyatakan bahwa penyesuaian diri adalah usaha
untuk mempertemukan tuntutan diri dan lingkungan. Hal senada juga
dikemukakan oleh Lazarus (2006), bahwa penyesuain diri merupakan
usaha individu untuk menjadi atau bertahan dalam lingkungan fisik
dan sosialnya.
Sejalan dengan itu Atwater (1983), juga menyatakan bahwa
penyesuaian diri adalah kebutuhan untuk melakukan perubahan dari
dalam diri dan keadaan disekitar yang bertujuan untuk meraih
kepuasan hubungan dengan orang lain dan lingkungan sekitar.
Kartono (2008) mengemukakan penyesuaian diri sebagai proses
individu menuju keseimbangan antara keinginan-keinginan diri,
stimulus-stimulus yang ada dan kesempatankesempatan yang
ditawarkan oleh lingkungan. Guna mencapai keseimbangan tersebut
ada faktor-faktor yang mempengaruhi, antara lain: (a) kondisi dan
konstitusi fisik, (b) kematangan taraf pertumbuhan dan perkembangan,
(c) kondisi lingkungan sekitar, dan (d) determinan psikologis.
Penyesuaian diri tidak terbentuk dengan sendirinya, banyak faktor
yang mempengaruhi penyesuaian diri diantaranya kemandirian.
Kemandirian merupakan aspek kepribadian yang sangat penting bagi
seseorang dalam menghadapi peristiwa-peristiwa yang dialaminya,
dengan kemandirian memungkinkan seseorang untuk memiliki
tanggung jawab pada diri sendiri dan tidak tergantung pada orang lain
dalam kehidupan sehari-hari.
Harlock (Gunarsa dan Gunarsa, 2004) menyatakan bahwa
penyesuaian diri adalah subyek yang mampu menyesuaikan diri
kepada umum atau kelompok dan orang tersebut memperlihatkan
sikap dan perilaku yang menyenangkan, berarti orang tersebut
diterima oleh kelompok dan lingkungannya.
Ali dan Asrori (2011) juga menyatakan bahwa penyesuaian diri
dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang mencakup respon-
respon mental dan perilaku yang diperjuangkan individu agar dapat
berhasil menghadapi kebutuhan-kebutuhan internal, ketegangan,
frustasi, konflik, serta untuk menghasilkan kualitas keselarasan antara
tuntutan diri dalm individu dengan tuntutan lingkungan tempat
individu berada
