Menurut Erikson (dalam Hosnan, 2016: 185) kemandirian adalah suatu
bentuk usaha untuk melepaskan diri dari orang tua yang bertujuan untuk
menemukan jati dirinya melalui proses mencari identitas ego, yaitu: bentuk
perkembangan ke arah individualitas yang yakin dan bisa berdiri sendiri.
Kemandirian biasanya ditandai dengan kemampuan dalam menentukan nasibnya,
kreatif dan inisiatif, mengatur tingkah laku, bertanggung jawab, mampu menahan
diri, membuat keputusan – keputusan sendiri, serta mampu mengatasi masalah
tanpa ada pengaruh dari orang lain.
Menurut Sulistyorini dkk (dalam Auliani Dayu, 2017:98-99) kemandirian
diartikan sebagai suatu kemampuan untuk memikirkan, merasakan, serta
melakukan sesuatu sendiri atau tidak tergantung pada oranglain. Kemandirian
biasanya ditandai dengan kemampuan menentukan nasib sendiri, kreatif dan
inisiatif, mengatur tingkah laku, bertanggungjawab, mampu mengatasi masalah
tanpa ada pengaruh dari orang lain.
Kemandirian juga merupakan suatu sikap otonomi individu secara relatif
bebas dari pengaruh penilaian, pendapat dan keyakinan orang lain. Dengan
otonomi tersebut, individu diharapkan bisa lebih bertanggung jawab terhadap diri
sendiri. Kemandirian juga mengandung pengertian: sebuah kondisi dimana
seseorang memiliki keinginan untuk dapat bersaing maju demi kebaikan dirinya
sendiri, mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk mengatasi masalah yang
dihadapi, memiliki kepercayaan diri dan melaksanakan tugas – tugasnya, serta
bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya (Desmita, 2017: 185-186).
Menurut Chaplin (dalam Asiyah, 2013:113) kemandirian adalah kebebasan
individu manusia untuk memilih, untuk menjadi kesatuan yang bisa memerintah,
menguasai dan menentukan dirinya sendiri.
Kemandirian menurut Durkheim (dalam Asrori, 2015: 168) merupakan
suatu moralitas yang bersumber pada kehidupan bermasyarakat. Masih dalam
Durkheim berpendapat juga bahwa kemandirian itu dapat tumbuh dan
berkembang karena adanya dua faktor yang merupakan elemen prasyarat bagi
kemandirian, yaitu: adanya disiplin dan adanya komitmen terhadap kelompok.
Kemandirian yang sehat adalah yang sesuai dengan hakikat manusia yang paling
besar. Perilaku mandiri adalah perilaku yang dapat memelihara hakikat eksistensi
diri. Oleh karena itu, kemandirian bukanlah hasil dari proses internalisasi aturan
otoritas melainkan suatu proses perkembangan diri sesuai dengan hakikat
eksistensi manusia
