Dimensi – dimensi kemandirian


Menurut Lovinger (dalam Asrori, 2015: 175-177) ada enam dimensi
kemandirian yaitu:
a. Impulsif dan melindungi diri mencakup:
1) Peduli terhadap kontrol dan keuntungan yang diperoleh dari interaksinya
dengan orang lain.
2) Mengikuti aturan secara oportunistik dan hedonistik.
3) Berpikir tidak logis dan tertegun pada berpikir tertentu.
b. Konformistik mencakup:
1) Peduli terhadap penampilan diri dan penerimaan sosial.
2) Cenderung berpikir stereotype dan klise.
3) Peduli akan komformitas terhadap aturan eksternal.
c. Sadar diri mencakup:
1) Mampu berpikir alternatif.
2) Melihat harapan dan berbagai kemunkinan dalam situasi.
3) Peduli untuk mengambil manfaat dari kesempatan yang ada.
d. Seksama mencakup:
1) Bertindak atas dasar nilai – nilai eksternal.
2) Mampu melihat diri sebagai pembuat pilihan dan pelaku tindakan.
3) Sadar akan tanggung jawab
e. Individualistik mencakup:
1) Peningkatan kesadaran individualitas.
2) Kesadaran akan konflik emosional antara kemandirian dengan
ketergantungan.
3) Menjadi lebih toleran terhadap diri sendiri dan orang lain
f. Mandiri mencakup
1) Memiliki pandangan hidup sebagai suatu keseluruhan.
2) Cenderung bersikap realistik dan objektif terhadap diri sendiri maupun
orang lain.
3) Peduli akan pemenuhan diri.
4) Mampu mengintegrasikan nilai – nilai yang bertentangan.
Menurut Robert (dalam Hosnan, 2016: 185-186) kemandirian dibedakan
menjadi empat dimensi yaitu:
a. Kemandirian emosi yaitu kemampuan mengontrol emosi sendiri dan tidak
tergantung kebutuhan emosi orang lain.
b. Kemandirian ekonomi yaitu kemampuan mengatur ekonomi sendiri dan
tidak tergantungnya kebutuhan ekonomi kepada orang lain.
c. Kemandirian intelektual yaitu kemampuan untuk mengatasi berbagai
masalah yang dihadapi.
d. Kemandirian sosial yaitu kemampuan untuk mengadakan interaksi dengan
orang lain dan tidak tergantung pada aksi orang lain.
Menurut Steinberg (dalam Desmita, 2017: 186) dimensi kemandirian
dibedakan menjadi tiga yaitu:
a. Kemandirian emosional yaitu aspek kemandirian yang menyatakan
perubahan kekuatan hubungan emosional antar individu.
b. Kemandirian tingkah laku yaitu suatu kemampuan untuk membuat
keputusan tanpa tergantung pada orang lain dan melakukannya secara
bertanggung jawab.
c. Kemandirian nilai yaitu kemampuan memakai seperangkat printis tentang
benar dan salah, yang penting dan tidak penting