Dalam istilah psikologi, penyesuaian diri disebut dengan istilah
adjustment. Adjusment merupakan suatu hubungan yang harmonis dengan
lingkungan fisik dan sosial (Chaplin, 2000). Kemudian, Davidoff (dalam
Fatimah, 2006) adjustment merupakan suatu proses untuk mencari titik temu
antara kondisi diri dengan tuntutan lingkungan. Manusia dituntut untuk selalu
menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial, dan lingkungan alam sekitarnya.
Kehidupan itu secara alamiah juga mendorong manusia untuk terus menerus
menyesuaikan diri. Dengan demikian, penyesuaian diri merupakan suatu proses
alamiah dan dinamis yang bertujuan mengubah perilaku individu agar terjadi
hubungan yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungan.
Fahmi (dalam Silalahi, 2014) mengatakan penyesuaian diri dalam ilmu
jiwa adalah proses dinamika yang bertujuan untuk mengubah tingkah laku agar
terjalin hubungan yang lebih baik antara individu dengan lingkungannya.
Penyesuaian diri dapat juga diartikan sebagai proses individu secara sadar dan
tidak sadar untuk mengubah tingkah laku, sikap kebutuhan mental dan beberapa
aspek kepribadian agar terjalin keselarasan antara dirinya dengan dunia luar
lingkungannya.
Atkinson (1987) menambahkan bahwa penyesuaian diri adalah proses
kesinambungan pada respon baru yang diperoleh saat itu sebagai pengalaman langsung atau tidak langsung, dan penyesuaian diri yang dilakukan individu
berlangsung sepanjang hayat dari kehidupan individu tersebut..
Hariyadi, dkk ( dalam Wijaya 2011) menyatakan bahwa penyesuaian diri
merupakan kemampuan mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan dan
dapat pula mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan atau keinginan diri
sendiri. Hal ini didukung oleh teori Bandura (1997) yang menjelaskan tentang
perilaku manusia dalam konteks interaksi timbal balik yang berkesinambungan
antara kognitif, perilaku dan pengaruh lingkungan. Kondisi lingkungan sekitar
individu sangat berpengaruh pada pola belajar sosial jenis ini. Teori belajar ini
juga dikembangkan untuk menjelaskan bagaimana seseorang belajar dalam
keadaan pada lingkungan sebenarnya.
Bandura (1997) menyatakan bahwa tingkah laku, lingkungan dan
kejadian-kejadian internal pada pelajar yang mempengaruhi persepsi dan aksi
merupakan hubungan yang saling berpengaruh atau berkaitan.
Proses pembelajaran merupakan suatu dasar yang fundamental dalam
proses penyesuaian diri, karena melalui proses ini akan berkembang pola-pola
respon yang akan membentuk kepribadian. Sebagian besar respons-respons dan
ciri-ciri kepribadian lebih banyak diperoleh dari proses pembelajaran daripada
yang diperoleh secara diwariskan. Dalam proses penyesuaian diri, pembelajaran
merupakan suatu proses modifikasi sejak fase-fase awal dan berlangsung terus-
menerus sepanjang hayat dan diperkuat oleh kematangan ( Surya, 2014 )
