Schneiders ( dalam Agustiani, 2006) berpendapat bahwa lingkungan
dianggap dapat menciptakan penyesuaian diri yang cukup sehat bagi mahasiswa
bila dibesarkan dalam keluarga dimana terdapat keamanan, cinta, toleransi dan
kehangatan. Lebih lanjut ditambahkan, bahwa lingkungan tempat belajar
merupakan lingkungan kedua setelah lingkungan keluarga yang membentuk
individu.
Pada umumnya, sekolah dipandang sebagai media yang sangat berguna
untuk mempengaruhi kehidupan dan berkembangnya intelektual, sosial, nilai-
nilai, sikap dan moral siswa. Proses sosialisasi yang dilakukan melalui iklim
kehidupan sekolah yang diciptakan oleh guru dalam interaksi edukasinya sangat
berpengaruh terhadap perkembangan penyesuaian diri
