Ada beberapa metode dalam mengukur kinerja menurut Gomes dalam
Bintoro dan Daryanto (2017:134-135), antara lain sebagai berikut :
a. Metode Tradisional
- Rating Scale
Metode ini merupakan metode penilaian kinerja yang mengukur
kinerja individu dengan menggunakan skala angka yang merentang
dari rendah sampai ke tinggi. - Employee Comparation
Metode ini menilai kinerja karyawan dan membandingkan dengan
karyawan lainnya, terdiri dari :
- Alternation Rangking, mengurutkan peringkat karyawan
mulai dari yang terendah sampai tertinggi. - Paired Comparation, membandingkan seorang karyawan
dengan karyawan lainnya, sehingga terdapat beberapa
alternatif keputusan yang digunakan untuk penilaian kinerja
pada karyawan yang jumlahnya relatif sedikit. - Parced Comparation (Grading), metode ini sama seperti
paired comparation hanya saja digunakan untuk jumlah
karyawan yang relatif banyak.
- Check List
Metode ini dilakukan dengan memilih pernyataan-pernyataan yang
paling sesuai untuk mendeskripsikan kinerja individu. - Freeform Essay
Metode penilaian kinerja ini harus membuat karangan yang
berkenaan dengan karyawan yang sedang dinilai. - Critical Incident
Dalam metode ini mengharuskan penilai mencatat segala kejadian
tentang tingkah laku karyawan sehari-hari kemudian dicatat ke
dalam buku khusus yang berisi berbagai macam kategori tingkah
laku bawahannya.
b. Metode Modern - Assessment Centre
Metode ini merupakan serangkaian proses sistematis untuk menilai
kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan seorang karyawan
secara individu yang dianggap berkaitan dengan keberhasilan
kinerja. - Management by Objective (MBO=MBS)
Pada metode ini, karyawan diikutsertakan dalam perumusan dan
pemutusan persoalan kinerja dengan memperhatikan kemampuan
karyawan dalam menentukan sasaran perusahaan. - Human Asset Accounting
Dalam metode ini, penilaian kinerja dilakukan dengan cara
membandingkan variabel-variabel yang dapat mempengaruhi
keberhasilan perusahaan
