Stres Kerja


Menurut Pamungkas (2017), stres adalah suatu keadaan ketegangan yang dapat menyebabkan
ketidakseimbangan fisik dan psikologis, yang selanjutnya mempengaruhi emosi, proses
berpikir, dan kondisi karyawan. Jika karyawan berada di bawah tekanan yang terlalu besar,
mereka akan mengancam kemampuannya dalam menangani lingkungan. Karyawan yang
berada di bawah tekanan akan lebih khawatir, sehingga menjadi lebih agresif dan tidak dapat
bersantai, atau karyawan mungkin menunjukkan sikap tidak kooperatif. Stres merupakan
keadaan ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang
(Handoko, 2008: 200). Kondisi tersebut dapat diperoleh di lingkungan selain manusia dan
diri sendiri. Menurut Anorga (2009: 108) stres kerja merupakan salah satu bentuk respon fisik
dan psikologis masyarakat terhadap perubahan lingkungan yang dianggap mengganggu dan
menyebabkan mereka terancam. Stres dapat berdampak negatif pada kondisi psikologis dan
fisik karyawan. Dari sudut pandang organisasi, pemimpin mungkin tidak memperhatikan
ketika karyawan mengalami stres rendah hingga sedang. Alasannya, tingkat tekanan ini dapat
berperan dan menyebabkan kinerja karyawan lebih tinggi. Namun tekanan tinggi jangka
panjang atau bahkan tekanan rendah akan menurunkan kinerja karyawan, sehingga
manajemen perlu mengambil tindakan