Lingkungan Kerja


Dalam lingkungan kerja terdapat banyak kelompok yang diantaranya terdapat beberapa
organisasi pendukung yang dapat mencapai tujuan perusahaan sesuai dengan visi dan misi
perusahaan (Sedarmayanti, 2013). Menurut Mangkunegara (2013), lingkungan kerja adalah
segala aspek fisik pekerjaan, psikologi kerja, dan peraturan kerja yang dapat mempengaruhi
kepuasan kerja dan produktivitas. Heizer and Render (2015) menggambarkan lingkungan
kerja sebagai lingkungan fisik tempat kerja karyawan akan mempengaruhi kinerja,
keselamatan dan kualitas kehidupan kerja mereka. Sedangkan manfaat bekerja dengan
karyawan yang memiliki motivasi adalah pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat
yang artinya pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan standar yang benar dan dalam jangka
waktu yang ditentukan. Indikator lingkungan kerja menurut Sedarmayanti (2009) adalah
penerangan di tempat kerja, suhu kerja, sirkulasi udara di tempat kerja, kebisingan di tempat
kerja, bau di tempat kerja, dekorasi di tempat kerja dan keselamatan di tempat kerja.
Lingkungan kerja fisik di tempat kerja sangat penting untuk kinerja, kepuasan, hubungan
sosial karyawan dan kesehatan karyawan. Menurut Sedarmayanti (2013: 19), lingkungan
kerja fisik mengacu pada semua kondisi fisik di sekitar tempat kerja yang secara langsung
maupun tidak langsung dapat mempengaruhi karyawan. Lingkungan kerja non fisik
merupakan suatu kondisi lingkungan kerja pegawai berupa suasana kerja yang harmonis, di
dalamnya terdapat hubungan atau komunikasi antara bawahan dengan atasan, atau hubungan
vertikal dengan hubungan atau hubungan horizontal antara karyawan (Sedarmayanti, 2013:
21). Menurut hasil penelitian dan pendapat banyak ahli, faktor-faktor yang mempengaruhi
lingkungan kerja fisik meliputi pencahayaan, suhu / suhu udara, kelembaban, sirkulasi udara
dan kebisingan, sedangkan faktor lingkungan kerja non fisik merupakan faktor-faktor yang
mempengaruhi kondisi kerja. Hubungan atasan dan bawahan serta antar rekan kerja akan
mempengaruhi suasana kerja dan kinerja karyawan (Robbins (2002); Sedarmayanti (2013);
Samson, Waiganjo & Koima (2015); Hamid & Hassan (2015); Nitisemito (2008)). Berikut
penjelasannya:

  1. Pencahayaan
    Pencahayaan merupakan hal penting dan utama dalam aktivitas bekerja. Lingkungan
    kerja tanpa pencahayaan yang baik dan sesuai akan menjadi alasan utama rendahnya
    kualitas dan efisiensi kerja.
  2. Suhu Udara
    Jika perbedaan individu besar, suhu adalah variabel. Suhu memegang peranan penting
    dalam lingkungan kerja, terutama bagaimana tubuh manusia berhasil menjaga suhu
    yang ideal. Temperatur atau temperatur udara harus diperhatikan karena
    mempengaruhi temperatur tubuh karyawan (Badayai, 2012). Menurut Sukoco (2007:
    219), temperatur ideal untuk penggunaan ruang kantor adalah 23-24oC di luar. Suhu
    udara yang nyaman bagi sebagian besar pekerja adalah 25,6oC dan nilai kelembaban
    45%.
  3. Kelembaban
    Kelembaban adalah jumlah air di udara, yang dinyatakan sebagai persentase.
    Kelembaban berhubungan dan dipengaruhi oleh suhu udara.Suhu, kelembaban,
    kecepatan gerak udara dan radiasi panas di udara akan mempengaruhi keadaan tubuh
    manusia saat menyerap panas atau melepaskan panas dari tubuh manusia. Menurut
    Menteri Kesehatan Nomor 1077 / Menkes / PER / V / 2011, tingkat kelembaban
    ruangan yang dibutuhkan adalah 40% -60% Rh
  4. Sirkulasi Udara
    Sirkulasi udara merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan dalam organisasi,
    karena karyawan menghabiskan sebagian besar waktunya di area kerja. Sebagian
    besar, ventilasi menentukan kesehatan karyawan. Dalam ruang kerja diperlukan
    pertukaran udara yang cukup.Jika terjadi ketidakseimbangan antara ruang kerja
    dengan luas pekerja di ruang kerja maka ruang kerjanya sempit tetapi jumlah
    karyawan sangat banyak (Sedarmayanti, 2013 : 26).
  5. Tingkat Kebisingan
    Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia 1405 / MENKS / SK / XI /
    2002, kebisingan adalah terjadinya kebisingan yang merugikan, sehingga
    mengganggu atau membahayakan kesehatan. Menurut undang-undang di atas,
    langkah-langkah untuk menghilangkan kebisingan adalah pengurangan, isolasi,
    pemindahan, pemeliharaan, penanaman pohon, perbukitan buatan, dll. Berdasarkan
    peraturan tersebut, ambang batas tingkat kebisingan bagi pekerja yang bekerja 8 jam
    sehari adalah 85 db.
  6. Hubungan Karyawan dengan Atasan
    Sikap atasan terhadap bawahan berpengaruh terhadap aktivitas karyawan, sikap
    bersahabat, saling menghormati dan menghargai sangat penting untuk pencapaian
    tujuan perusahaan. Sikap ramah yang dibangun oleh atasan akan membuat karyawan
    lebih betah dalam bekerja dan dapat menciptakan semangat kerja bagi karyawan
    (Nitisemito, 2008: 171-173).
  7. Hubungan Kerja dengan Sesama Karyawan
    Hubungan kerja antar karyawan sangat diperlukan dalam bekerja, terutama bagi
    karyawan yang bekerja dalam tim. Jika terjadi konflik akan membayangi suasana
    kerja dan menurunkan semangat kerja karyawan. Hubungan kerja yang baik antara
    satu karyawan dengan karyawan lainnya akan meningkatkan moral karyawan dan
    memungkinkan mereka untuk bekerja sama atau saling membantu dalam
    menyelesaikan pekerjaan (Nitisemito, 2008: 171-173)