Kepuasan kerja berhubungan dengan variabel-variabel seperti turnover,
tingkat pekerjaan, dan ukuran organisasi perusahaan. Hal ini sesuai dengan
pendapat Keith Davis dalam Mangkumanegara (2017: 117) yang mengemukakan
bahwa “job satisfaction is related to a number of major employee variables, such
as turnover, absences, age, occupation and size of the organization in wich an
employee works”. Artinya kepuasan kerja terkait dengan sejumlah variabel utama
karyawan, seperti pergantian, ketidakhadiran, usia, pekerjaan, dan ukuran
organisasi tempat karyawan bekerja.
- Turnover.
Kepuasan kerja lebih tinggi dihubungkan dengan turnover pegawai yang
rendah. Sedangkan pegawai-pegawai yang kurang puas biasanya
turnovernya lebih tinggi. - Tingkat ketidakhadiran (absen) kerja.
Pegawai-pegawai yang kurang puas cenderung tingkat ketidakhadirannya
(absen) tinggi. Mereka sering tidak hadir kerja dengan alasan yang tidak
logis dan subjektif. Hubungan kepuasan kerja dengan turnover dan absensi. - Umur.
Ada kecenderungan pegawai yang tua lebih merasa puas daripada pegawai
yang berumur relatif muda. Hal ini diasumsikan bahwa pegawai yang tua
lebih berpengalaman menyesuaikan diri dengan lingkungan pekerjaan.
Sedangkan pegawai usia muda biasanya mempunyai harapan yang ideal
tentang dunia kerjanya, sehingga apabila antara harapannya dengan realita
kerja terdapat kesenjangan atau ketidakseimbangan dapat menyebabkan
mereka menjadi tidak puas. - Tingkat pekerjaan.
Pegawai-pegawai yang menduduki tingkat pekerjaan yang lebih tinggi
cenderung lebih puas daripada pegawai yang menduduki tingkat pekerjaan
yang lebih rendah. Pegawai-pegawai yang tingkat pekerjaannya lebih tinggi
menunjukkan kemampuan kerja yang baik dan aktif dalam mengemukakan
ide-ide serta kreatif dalam bekerja. - Ukuran organisasi perusahaan.
Ukuran organisasi perusahaan dapat mempengaruhi kepuasan pegawai. Hal
ini karena besar kecil suatu perusahaan berhubungan pula dengan kordinasi,
komunikasi, dan partisipasi pegawai
