Gaya kepemimpinan merupakan perwujudan dari tingkah laku pemimpin
menyangkut kompetensi dan kemampuannya dalam memimpin. Perwujudan tersebut
biasanya membentuk suatu pola atau bentuk tertentu yang disebut dengan gaya
kepemimpinan. Menurut Rivai (2014), gaya kepemimpinan adalahsekumpulan ciri
yang digunakan pimpinan untuk mempengaruhi bawahan agar sasaran organisasi
tercapai atau dapat pula dikatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah pola perilaku
dan strategi yang disukai dan sering diterapkan oleh seorang pemimpin.
Menurut Hasibuan (2014), terdapat beberapa macam gaya kepemimpinan, yaitu
sebagai berikut :
a. Kepemimpinan Otoriter
Gaya mepemimpinan ini memperlakukan dengan sewenang-wenangnya
karena menganggap dirinya sebagai orang yang paling berkuasa dalam organisasi.
Karyawan digerakkan dengan cara dipaksa sehingga karyawan dalam melakukan
pekerjaannya bukan karena kesadaran untuk melakukan pekerjaan, melainkan
karena takut. Gaya kepemimpinan otoriter memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1 Beban kerja organisasi pada umumnya ditanggung penuh oleh pemimpin.
2 Karyawan hanya dianggap sebagai pelaksana dan mereka tidak
memperolehkesempatan untuk memberikan berbagai ide baru.
3 Karyawan bekerja dengan disiplin tinggi, belajar keras, dan tidak kenal lelah.
4 Pemimpin menentukan kebijakan organisasi secara sendiri, jika pemimpin
meminta karyawan terlibat maka keterlibatannya sangat terbatas untuk
memberikan masukan.
5 Memiliki kepercayaan yang rendah terhadap pegawai sehingga sering
membangunasumsi dan perspektif yang subjektif.
6 Komunikasi dilakukan secara tertutup dan satu arah
b. Kepemimpinan Partisipatif
Gaya kepemimpinan ini mirip dengan gaya kepemimpinan demokratis
dimana pemimpin melibatkan partisipasi dari seluruh karyawan untuk terlibat.
Perbedaannya, kepemimpinan demokratis lebih mengedepankan pikiran dan
masukan karyawan, sedangkan kepemimpinan partisipatif lebih memberdayakan
karyawan untuk terlibat langsung dalam pekerjaan yang ada di dalam organisasi.
Ciri-ciri kepemimpinan partisipatif adalah sebagai berikut :
1 Pemimpin dan yang dipimpin sama-sama terlibat dalam pengambilan
keputusan dan penyelesaian masalah, atau dengan kata lain apabila pemimpin
akan mengambil keputusan, dilakukan setelah adanya saran dan pendapat dari
yang dipimpin.
2 Pemimpin memberikan keleluasaan kepada bawahan untuk melaksanakan
pekerjaan.
3 Hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin terjalin dengan baik dan dalam
suasana yang penuh persahabatan dan saling mempercayai.
4 Motivasi yang diberikan kepada yang dipimpin tidak hanya didasarkan atas
berbagai pertimbangan ekonomis, tetapi juga didasarkan pada pentingnya
peranan yang dipimpin dalam melaksanakan berbagi tugas organisasi.
c. Kepemimpinan delegatif
Perilaku pemimpin dicirikan dengan rendahnya dukungan dan pengarahan
oleh pemimpin. Pemimpin mendiskusikan masalah bersama-sama dengan
karyawan yang ada, kemudian mengambil keputusan yang dibuat dan
mendelegasikan seluruhnya kepada karyawan sehingga karyawan diharapkan
mampu menyelesaikan segala permasalahan dengan sendiri.
