Menurut Wexley dan Yukl (1977) sebagaimana dikutip oleh As’ad
(2004), terdapat tiga macam teori tentang kepuasan kerja, yaitu:
a. Discrepancy Theory/Teori Perbedaan
Teori ini menyatakan bahwa kepuasan kerja seseorang dapat
diperoleh dengan membandingkan apa yang diharapkan atau
diinginkan dengan pencapaian atau kenyataan. Perbedaan akan
menjadi positif jika yang diperoleh lebih besar dari yang diharapkan,
sebaliknya perbedaan akan menjadi negatif jika yang diperoleh lebih
kecil dari yang diharapkan. Dalam menjalankan tugasnya, masing-
masing perawat memiliki keinginan atau harapan yang berbeda, baik
hubungannya dengan pasien maupun dengan rumah sakit. Jika
keinginan-keinginan tersebut sudah dapat tercapai, maka para
perawat akan merasakan kepuasan kerja, tetapi jika keinginan-
keinginan tersebut belum dapat terwujud, maka para perawat kurang
merasakan kepuasan kerja dalam melaksanakan pekerjaanya.
b. Equity Theory/Teori Keadilan
Prinsip dari teori ini adalah bahwa orang akan merasa puas atau tidak
puas, tergantung apakah ia merasakan adanya keadilan atau tidak
atas suatu situasi. Terdapat tiga elemen equity, yaitu input, outcomes,
dan comparison person.
c. Two Factor Theory/ Teori Dua Faktor
Menurut teori ini terdapat dua kelompok situasi yang mempengaruhi
sikap seseorang terhadap pekerjaannya, Herzberg membagi situasi
yang mempengaruhi sikap seseorang terhadap pekerjannya
menajadi 2 kelompok :
- Herzberg menyebutkan faktor pemeliharaan (hygiene factor)
sebagai berikut :
a. Gaji
Gaji yang memadai akan meningkatkan pendapatan
seseorang.
b. Kondisi kerja/lingkungan
Seseorang akan bekerja dengan nyaman apabaila tercipta
suasan yang kondusif, kerja sama yang baik dan harmonis
dengan teman kerja.
c. Mutu dan tekhnik pengawasan
Standar operasional prosedur (SOP) yang dijalankan dengan
tepat serta pengawasan yang baik akan meningkatkan kinerja
pegawai.
d. Hubungan interpersonal
Interaksi antara personal yang dapat dibedakan menjadi
interaksi antara bawahan dan interaksi antara pimpinan. - Sedangkan Frederick Herzberg menjelaskan faktor-faktor
motivator adalah sebagai berikut :
a. Pekerjaan itu sendiri
Pekerjaan yang disenangi akan menjadi motivasi untuk
dilkasanakan dengan baik
b. Pencapaian persestasi
Seseorang yang ingin memiliki berprestasi sebagai sesuatu
kebutuhan dapat mendorongnya sebagai suatu sasaran
c.Tanggung jawab
Adanya rasa ingin memiliki akan menimbulkan motivasi untuk
turut merasa bertanggung jawab
d. Kesempatan untuk berkembang
Kesempatan untuk mengembangkan diri mamacu dan
berlomba-lomba meraih sukses.
Dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor pendorong
yang berkaitan dengan perasaan positif terhadap pekerjaanya
yang dapat memberikan kepuasan kerja dan faktor yang dapat
mengakibatkan ketidakpuasan kerja. Kepuasan kerja
merupakan motivator internal, yang berkaitan dengan
pekerjaan itu sendiri sedangkan lingkungan pekerja dimana
pekerja harus puas agar tetap dalam organisas
