Menurut Robbin & Judge (2008), kepuasan kerja juga dipengaruhi
oleh karakteristik biografi, yaitu :
a. Umur
Umur adalah lama hidup seseorang hingga ulang tahunnya
yang terakhir. Hubungan umur dengan kepuasan kerja
menunjukkan hubungan yang positif artinya makin tua umur
karyawan makin tinggi tingkat kepuasan kerjanya, setidak
tidaknya sampai umur karyawan menjelang pensiun pada
pekerjaan yang dikuasainya. Sebaliknya mudah menduga
bahwa bagi karyawan yang lebih muda usia, keinginan pindah
lebih besar. Davis (2004) menyatakan 27 usia >35 tahun di
kategorikan usia tua dan usia ≤35 tahun usia muda.
b. Masa Kerja
Karyawan baru cenderung kurang puas dibandingkan dengan
karyawan yang lebih senior. Terdapat berbagai alasan
terjadinya hal ini karena karyawan baru datang di tempat kerja
dengan harapan tinggi yang tidak memungkinkan untuk
dipenuhi atau mungkin untuk pekerjaan tersebut hanya
dibutuhkan pendidikan atau kemampuan yang lebih rendah
dari pada kemampuan yang dipunyai karyawan baru tersebut.
Karyawan yang lebih berpengalaman lebih tinggi kepuasan
kerjanya dari pada mereka yang kurang pengalaman kerjanya.
Menurut Siagian (2005) kepuasan kerja relatif tinggi pada
permulaan bekerja menurunsecara berangsur-angsur setelah
5-8 tahun dan selanjutnya kepuasan kerja meningkat setelah
20 tahun.
c. Pendidikan
Adanya hubungan yang negatif antara tingkat pendidikan
dengan kepuasan terhadap gaji disebabkan perbedaan
harapan. Klien dan Mahe mengatakan bahwa pekerja dengan
tingkat pendidikan yang lebih tinggi berharap dapat
berpenghasilan lebih tinggi di perusahaan / pekerjaan lain.
d. Jenis Kelamin
Tidak ada pengaruh jenis kelamin antara laki-laki dan
perempuan terhadap kepuasan kerja. Penelitian Suroso
(2011) menyatakan bahwa perawat wanita yang merupakan
seorang ibu dalam keluarga, kemungkinan akan memiliki
naluri keibuan yang bermanfaat dalam membentuk perilaku
caring dalam proses pemberian asuhan keperawatan dan
menciptakan kepuasan kerja.
e. Status Kepegawaian
Karyawan PNS lebih memiliki ketenangan dengan statusnya,
mereka mengerti akan peluang pengembangan karier, serta
cukup tenang akan jaminan hari tuanya, sebaliknya hal ini
tidak dialami oleh karyawan yang berstatus Non PNS
