Perkembangan Pendekatan Terhadap Komitmen Pada Organisasi


Dalam perkembangannya, konsep komitmen pada organisasi didefinisikan
dan diukur dengan berbagai cara yang berbeda. Pendekatan – pendekatan teoritis
yang utama, muncul dari riset sebelumnya atas komitmen, yaitu :
a. Pendekatan Sikap (Attitudinal Approach).
Komitmen menurut pendekatan ini menunjuk pada permasalahan
keterlibatan dan loyalitas. Menurut pendekatan ini, “Commitment is viewed as on
attitude of attachment to the organization, which leads to particular job – related
behaviors “ (Muthuveloo dan Rose, 2005).
Menurut pendekatan ini, komitmen dipandang sebagai suatu sikap
keterikatan kepada organisasi, yang berperan penting pada pekerjaan tertentu dan
perilaku yang terkait. Sebagai contoh, karyawan yang memiliki komitmen tinggi,
akan rendah tingkat absensinya, dan lebih kecil kemungkinannya untuk
meninggalkan organisasi dengan sukarela, dibandingkan dengan lebih karyawan
yang memiliki komitmen rendah. Konsep komitmen pada organisasi dari
Mowday, Porter, dan Steers (dalam Luthans, 2006), merupakan pendekatan
sikap; dimana, Komitmen didefinisikan sebagai :

  1. Keinginan yang kuat untuk tetap sebagai anggota organisasi tertentu ;
  2. Keinginan untuk berusaha keras sesuai keinginan organisasi;
  3. Keyakinan tertentu dan penerimaan nilai dan tujuan organisasi.
    Karyawan yang memiliki komitmen tinggi merasakan adanya loyalitas dan rasa
    memiliki organisasi; memiliki keinginan kuat untuk tetap bergabung dengan
    organisasi; terlibat sungguh-sungguh dalam pekerjaannya; dan menampilkan
    tingkah laku yang sesuai dengan tujuan organisasi.
    b. Pendekatan Perilaku (Behavioral Approach)
    Pendekatan ini menitikberatkan pandangan bahwa investasi karyawan
    (berupa waktu, pertemanan, pension, dan lain-lain) membuat ia terikat untuk loyal
    terhadap organisasi. Dalam pendekatan ini, komitmen pada organisasi
    didefinisikan sebagai : profit associated with continued participation and a cost’
    associated with leaving”. Menurut White (dalam Armstrong, 2003), komitmen
    pada organisasi terdiri dari tiga area keyakinan ataupun perilaku yang ditampilkan
    oleh karyawan terhadap organisasi , yaitu :
    a. Keyakinan dan penerimaan terhadap organisasi, tujuan dan nilai – nlai yang
    ada di organisasi tersebut.
    b. Adanya keinginan untuk berusaha sebaik mungkin sesuai dengan keinginan
    organisasi. Hal ini tercakup diantaranya menunda waktu libur untuk
    kepentingan organisasi dan bentuk pengorbanan yang lain tanpa
    mengharapkan personal gain secepatnya.
    c. Keyakinan untuk mempertahankan keanggotaannya di organisasi tersebut
    Matieu dan Zajack (dalam Muchinsky, 1993) menyatakan bahwa seseorang
    yang terlalu berkomitmen pada organisasi akan cenderung berkurang
    pengembangan dirinya (Self Development); dan bila komitmen mencerminkan
    identifikasi dan keterlibatan dalam organisasi, maka organisasi akan mendapat
    keuntungan dengan berkurangnya turnover, adanya prestasi yang lebih baik.
    Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendekatan –
    endekatan teoritis dalam komitmen terhadap oranisasi meliputi pendekatan sikap
    (Attitudinal Approach)dan pendekatan perilaku (Behavioral Approach).