Komitmen organisasi yang tinggi sangat diperlukan dalam sebuah
organisasi, karena dengan terciptanya komitmen yang tinggi akan mempengaruhi
iklim kerja yang profesional. Berbicara mengenai komitmen organisasi tidak bisa
dilepaskan dari sebuah istilah loyalitas yang sering mengikuti kata komitmen,
pemahaman demikian membuat istilah loyalitas dan komitmen mengandung
makna yang confuse. Loyalitas disini secara sempit diartikan sebagai berapa lama
karyawan bekerja dalam perusahaan atau sejauh mana mereka tunduk pada
perintah atasan tanpa melihat kualitas kontribusi terhadap perusahaan. Muncul
suatu fenomena di Indonesia seseorang agar dinilai loyal para karyawan akan
tunduk pada atasan walaupun bukan dalam konteks hubungan kerja (Alwi, 2001).
Komitmen organisasi didefinisikan sebagai kekuatan identifikasi dan
keterlibatan individu dengan organisasi. Komitmen yang tinggi dicirikan dengan
tiga hal, yaitu : kepercayaan dan penerimaan yang kuat terhadap tujuan dan nilai-
nilai organisasi, kemauan yang kuat untuk bekerja demi organisasi dan keinginan
yang kuat untuk tetap menjadi anggota organisasi. Komitmen nampak dalam tiga
bentuk sikap yang terpisah tapi saling berhubungan erat, pertama identifikasi
dengan misi organisasi, kedua keterlibatan secara psikologis dengan tugas-tugas
organisasi dan yang terakhir loyalitas serta keterikatan dengan organisasi (Dessler,
1994).
Menurut Allen dan Meyer (dalam Dunham dkk, 1994) komitmen
organisasi dapat diartikan sebagai kelekatan emosi, identifikasi dan keterlibatan
individu dengan organisasi serta keinginan untuk tetap menjadi anggota
organisasi. Definisi lain menurut Meyer dkk (1990) bahwa komitmen tidak hanya
berhubungan dengan tingkat keluar masuknya karyawan, melainkan juga
berkaitan dengan tingkat kerelaan karyawan untuk berkorban bagi perusahaan.
Sistem tanggapan yang disediakan oleh organisasi terkadang kurang mendapat
perhatian dari para karyawan untuk lebih menumbuhkan sikap loyal terhadap
karyawan, hal ini disebabkan adanya rasa khawatir dari para karyawan akan
mendapatkan sanksi bila menyampaikan keluhannya. Oleh karena itu perlunya
kepercayaan yang tinggi serta dukungan organisasi terhadap karyawan menjadi
suatu hal yang penting bagi tiap-tiap anggota organisasi (Buchanan dan Boswell,
2002).
Pengertian lain tentang komitmen organisasi oleh Alwi (2001) dijelaskan
bahwa komitmen diartikan sebagai sikap karyawan untuk tetap berada dalam
organisasi dan terlibat dalam upaya-upaya mencapai misi, nilai-nilai dan tujuan
perusahaan. Lebih lanjut dijelaskan komitmen adalah bentuk loyalitas yang lebih
konkrit yang dapat dilihat dari sejauh mana karyawan mencurahkan perhatian,
gagasan, dan tanggung jawabnya dalam upaya mencapai tujuan perusahaan.
Steers dan Porter (1983) berpendapat bahwa komitmen Organisasi
mencakup pengertian adanya suatu hubungan tukar menukar antara individu
dengan organisasi kerja. Individu mengikatkan dirinya dengan organisasi
tempatnya bekerja sebagai balasan atas gaji dan imbalan lain yang diterimanya
dari organisasi kerja yang bersangkutan, komitmen organisasi yang timbul bukan
sekedar loyalitas yang pasif, tetapi melibatkan hubungan yang aktif dengan
organisasi dimana individu mengabdikan darma baktinya demi keberhasilan
organisasi yang bersangkutan. Lebih lanjut Steers dan Porter menerangkan bahwa
komitmen Organisasi dapat didefinisikan melalui dua pendekatan, yaitu :
a. Behavioral Commitment adalah memandang komitmen organisasi sebagai
perilaku bahwa karyawan memiliki komitmen organisasi bila karyawan
memutuskan untuk terikat dengan organisasi.
b. Attitudional Commitment memandang komitmen organisasi sebagai sikap.
Karyawan mengadakan identifikasi dengan tujuan dan nilai-nilai suatu organisasi
kerja dan berkeinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi guna memudahkan
pencapaian tujuan organisasi.
Berdasarkan beberapa pengertian tentang komitmen organisasi dapat
disimpulkan bahwa komitmen adalah sikap karyawan untuk tetap terlibat secara
utuh disuatu organisasi dan memiliki keterikatan yang tinggi dalam pencapaian
misi, visi dan nilai-nilai yang ada di organisasi.
