Kinerja sebagaimana diuraikan terdahulu memberikan manfaat baik itu
bagi perusahaan maupun pegawai, namun semua dalam praktek diakui bahwa
adalah sukar untuk meningkatkan kinerja pegawai dalam obyektivitasnya. Pada
penelitian ini variabel yang mempengaruhi kinerja adalah etos kerja dan
pengetahuan manajerial.
Dharma (2003 : 374-375) hubungan antara etos kerja dengan kinerja
pegawai meliputi:
a. Ketelitian.
b. Berfokus pada perilaku dan hasil, bukan sikap.
c. Bersikap jujur dan adil.
d. Bersikap rasional, jangan emosional
Sedangkan menurut Terry dalam Sukarna (1990 : 93-94) hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam kinerja dalam hubungannya dengan pengetahuan
manajerial adalah :
a. Ketepatan.
b. Penampilan.
c. Tahu kewajibannya.
d. Kepuasan.
e. Kerjasama.
f. Kesopanan.
g. Daya pikir kreatif.
h. Dapat dipercaya.
i. Pengetahuan umum.
j. Tulisan tangan.
k. Inisiatif.
l. Minat kerja.
m. Kepemimpinan.
n. Kesetiaan.
o. Kerapian pribadi.
p. Kegairahan untuk studi.
q. Ketelitian dan kebijaksanaan.
Selanjutnya Manullang (2001 : 149) menyatakan bahwa hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam Penilaian kinerja pegawai adalah dengan cara terlebih
dahulu memberikan suatu pendapat bahwa semua pegawai telah bekerja secara
baik, namun demikian dibutuhkan tindak lanjut dari penilaian tersebut.
Umumnya penilai cenderung menilai pegawai baik, karena mengetahui
sungguh-sungguh pegawai yang bersangkutan mempunyai sifat yang baik
dalam sesuatu hal. Demikian pula sebaliknya ia cenderung menilai pegawai
yang jelek karena mengetahui dengan pasti sesuatu sifat jelek pegawai yang
dinilai. Dengan kata lain sering terjadi penilai cenderung menilai sifat-sifat
sama dengan tingkatan sifat yang menonjol yang sudah diketahui
