Teori Steakholder


Teori steakholder merupakan sebuah teori yang memfokuskan hubungan antara
perusahaan dengan steakholder atau pemangku kepentingan selain Steakholder yaitu
investor, pemerintah, masyarakat dan lingkungan yang memiliki hubungan dan
kepentingan terhadap perusahaan. Menurut Hadi (2011:93) steakholder merupakan
semua pihak internal maupun eksternal yang memiliki hubungan yang bersifat
mempengaruhi atau dipengaruhi, bersifat langsung atau tidak langsung oleh
perusahaan. oleh karena itu semua steakholder mempunyai hak untuk mengetahui
serta memperoleh informasi mengenai aktivitas perusahaan yang berhubungan dan
mempengaruhi steakholder. Sehingga perusahaan dan steakholder saling bergantung.
Perusahaan membutuhkan steakholder untuk mencapai keberhasilan perusahaan, dan
steakholder membutuhkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhannya.
Nur dan priantinah (2012) menyatakan bahwa pengungkapan sosial perusahaan
merupakan kesuksesan bagi perusahaan dalam menjalin hubungan dengan
steakholder. Maka dengan teori steakholder ini perusahaan memiliki tanggung jawab
sosial yang mengharuskan perusahaan untuk mempertimbangkan semua pihak yang
dapat merasakan dampak akibat aktivitas operasi perusahaan. Sehingga terjalin
hubungan yang baik antara perusahaan maupun steakholder . keberadaan suatu
perusahaan sangat dipengaruhi oleh berbagai dukungan dari steakholder kepada
perusahaan (Fadilah & Utiyati 2016)