Menurut Ghozali & Chariri (2014:441) Teori legitimasi merupakan upaya
perusahaan untuk memastikan bahwa perusahaan dalam kegiatan operasinya dalam
batasan nilai dan norma yang ada didalam masyarakat atau lingkungan tempat
perusahaan berada. Teori legitimasi merupakan sistem pengelolaan perusahaan yang
berorientasi pada masyarakat dan pemerintah. Oleh karena itu kegiatan operasi
perusahaan harus sesuai dengan harapan masyarakat. Menurut Purwanto (2011)
dengan teori legitimasi perusahaan secara terus menerus mencoba untuk
menyakinkan kegiatan atau aktivitas yang dilakukan perusahaan sesuai dengan
batasan dan norma masyarakat dimana perusahaan berada. Teori ini juga
menganjurkan kepada perusahaan untuk meyakinkan bahwa aktivitas dan kinerjannya
dapat diterima oleh masyarakat, perusahaan menggunakan laopran tahunannya untuk
menggambarkan bentuk tanggungjawab lingkungan, sehingga perusahaan dapat
diterima oleh masyarakat. Perusahaan adalah bagian dari masyarakat, maka
perusahaan harus berupaya memastikan bahwa kegiatan operasi perusahaan dalam
batas-batas dan norma yang ada dalam masyarakat atau lingkungan dimana
perusahaan berada.
Yang menjadi dasar teori legitimasi adalah kontrak sosial yang terjadi antara
perusahan dengan masyarakat dimana perusahaan beroperasi dan menggunakan
sumber ekonomi (Ghozali dan Chariri, dalam Jannah, 2014). Maka teori ini secara
jelas mengakui bahwa bisnis dibatasi oleh kontrak sosial yang menyatakan bahwa
perusahaan sepakat untuk menunjukkan berbagai aktivitas sosial perusahaan agar
diterima oleh masyarakat dengan tujuan akir akan menjamin keberlangsungan hidup
perusahaan.
Teori Legitimasi dikatakan sebagai manfaat atau sumber potensi bagi
perusahaan untuk bertahan hidup (Ashforth dan gibbs, 1990 dalam 2015). Teori ini
menjelaskan bahwa penggungkapan tanggung jawab sosial dilakukan perusahaan
sebagai upayanya untuk mendapat legitimasi dari masyarakat dimana perusahaan itu
berada dan memaksimalkan keadaan keuangan perusahaan dalam jangka waktu yang
panjang. Teori legitimasi ini cocok untuk digunakan dalam akuntansi lingkungan
yaitu green accounting itu sendri, karena legitimasi begi perusahaan yang peduli
lingkungan itu sangat penting sehingga perusahaan dapat diterima oleh masyarakat
dilingkungan perusahaan itu berada, agar aktivitas perusahaan dapat berlanjut
kemudian hari.
