Menurut Mulyani (2011), terdapat lima tahap pengelompokan analisis
lingkungan, yaitu :
- Identifikasi
Pertama kali perusahaan hendak menentukan biaya untuk pengelolaan biaya
penanggulangan eksternality yang mungkin terjadi dalam kegiatan operasional
usahanya adalah dengan mengidentifikasi dampak dampak negatif tersebut. Sebagai
contoh misalnya sebuah Rumah Sakit yang diperkirakan akan menghasilkan limbah
berbahaya sehingga memerlukan penanganan khusus untuk hal tersebut
mengidentifikasi limbah yang mungkin ditimbulkan antara lain: limbah padat, cair,
maupun radioaktif yang berasal dari kegiatan instalasi rumah sakit atau kegiatan
karyawan maupun pasien (Sudigyo, 2002). Macam macam kemungkinan dampak ini
diidentifikasi sesuai dengan bobot dampak negatif yang mungkin timbul. - Pengakuan
Elemen-elemen tersebut yang telah diidentifikasikan selanjutnya diakui
sebagai rekening dan disebut sebagai biaya pada saat menerima manfaat dari
sejumlah nilai yang telah dikeluarkan untuk pembiayaan lingkungan tersebut.
Pengakuan biaya-biaya dalam rekening ini dilakukan pada saat menerima manfaat
dari sejumlah nilai yang telah dikeluarkan sebab pada saat sebelum nilai atau jumlah
itu dialokasikan tidak dapat disebut sebagai biaya sehingga pengakuan sebagai biaya
dilakukan pada saat sejumlah nilai dibayarkan untuk pembiayaan pengelolaan
lingkungan. (PSAK,2002) - Pengukuran
Perusahaan pada umumnya mengukur jumlah dan nilai atas biaya biaya yang
dikeluarkan untuk pengelolaan lingkungan tersebut dalam satuan moneter yang telah
ditetapkan sebelumnya. Pengukuran nilai dan jumlah biaya yang akan dikeluarkan ini
dapat dilakukan dengan mengacu pada realisasi biaya yang telah dikeluarkan pada
periode sebelumnya, sehingga akan diperoleh jumlah dan nilai yang tepat sesuai
kebutuhan riil setiap periode.
Dalam hal ini, pengukuran yang dilakukan untuk menentukan kebutuhan
pengalokasian pembiayaan tersebut sesuai dengan kondisi perusahaan yang
bersangkutan sebab masing-masing perusahaan memiliki standar pengukuran jumlah
dan nilai yang berbeda-beda. - Penyajian
Biaya yang timbul dalam pengelolaan lingkungan ini disajikan bersama sama
dengan biaya-biaya unit lain yang sejenis dalam sub-sub biaya administrasi dan
umum. Penyajian biaya lingkungan ini didalam laporan keuangan dapat dilakukan
dengan nama rekening yang berbeda-beda sebab tidak ada ketentuan yang baku untuk
nama rekening yang memuat alokasi pembiayaan lingkungan perusahaan tersebut. - Pengungkapan
Pengungkapan akuntansi lingkungan merupakan jenis pengungkapan
sukarela. Namun, tidak semua perusahaan melaporkan pengungkapan akuntansi
lingkungan secara sukarela. Misalnya perusahaan pertambangan, yang wajib
melakukan pengungkapan akuntansi lingkungan.
Pengungkapan akuntansi lingkungan pada penelitian ini merupakan
pengungkapan informasi data akuntansi lingkungan dari sudut pandang fungsi
internal akuntansi lingkungan itu sendiri, yaitu berupa laporan akuntansi lingkungan.
Laporan tersebut harus didasarkan pada situasi aktual pada suatu perusahaan atau
organisasi lainnya. Data aktual diungkapkan dan ditentukan oleh perusahaan sendiri
atau organisasi lainnya. Oleh karena itu, diperlukan ketika pengungkapan data
eksternal akuntansi lingkungan untuk mengklarifikasi prasarat dari pengungkapan
data, supaya stakeholders memperoleh pemahaman konsisten dari data akuntansi
lingkungan.
Praktek-praktek akuntansi tradisional seringkali melihat biaya lingkungan
sebagai biaya mengoperasikan bisnis, meskipun biaya-biaya tersebut signifikan,
meliputi: biaya sumberdaya, yaitu mereka yang secara langsung berhubungan dengan
produksi dan mereka yang terlibat dalam operasi bisnis umum, pengolahan limbah,
dan biaya pembuangan. Biaya reputasi lingkungan, dan biaya membayar premi
asuransi resiko lingkungan.
Dalam banyak kasus, biaya-biaya lingkungan seperti yang berkaitan dengan
sumberdaya alam (energi, udara, air) dimasukkan ke dalam satu jalur „biaya operasi‟
atau „biaya administrasi‟ yang diperlakukan independen dengan proses produksi. Juga
biaya lingkungan sering didefinisikan secara sempit sebagai biaya yang terjadi dalam
upaya pemenuhan dengan atau kaitan dengan hukum atau peraturan lingkungan. Hal
ini karena sistem akuntansi cenderung berfokus pada biaya bisnis yang teridentifikasi
secara jelas, bukan pada biaya dan manfaat pilihan alternatif
