Dalam model kualitas lingkungan total, keadaan yang ideal adalah tidak ada
kerusakan lingkungan. Kerusakan didefenisikan sebagai degradasi langsung dari
lingkungan, seperti emisi residu benda padat, cair, atau gas ke dalam lingkungan
(misalnya: pencemaran air dan polusi udara), atau degradasi tidak langsung seperti
penggunaan bahan baku dan energi yang tidak perlu.
Menurut Hansen dan Mowen (2007), biaya lingkungan dapat diklasifikasikan
menjadi empat kategori, yaitu :
- Biaya Pencegahan Lingkungan (Environmental Prevention Costs)
Biaya pencegahan lingkungan adalah biaya-biaya untuk aktifitas yang
dilakukan untuk encegah diproduksinya limbah dan/atau sampah yang merusak
lingkungan. Contoh : evaluasi dan pemilihan pemasok, evaluasi dan pemilihan alat
untuk mengendalikan polusi, desain proses dan produk untuk mengurangi dan
menghapus limbah, melatih pegawai, mempelajari dampak lingkungan, audit risiko
lingkungan, daur ulang produk, pemerolehan serifikasi ISO 14001.3. - Biaya Deteksi Lingkungan (Environmental Detection Costs)
Biaya deteksi lingkungan adalah biaya-biaya untuk aktivitas yang dilakukan
untuk menentukan bahwa produk, proses, dan aktivitas lain diperusahaan telah
memenuhi standar lingkungan yang berlaku atau tidak. Contoh: Audit aktivitas
lingkungan, pemeriksaan produk dan proses, pengembangan ukuran kinerja
lingkungan, pelaksanaan pengujian pencemaran, verifikasi kinerja lingkungan dari
pemasok, serta pengukuran tingkat pencemaran. - Biaya Kegagalan Internal Lingkungan (Environmental Internal Failure Costs)
Biaya kegagalan internal adalah biaya-biaya untuk aktifitas yang dilakukan
karena diproduksinya limbah dan sampah, tetapi tidak dibuang ke lingkungan luar.
Contoh: Pengoperasian peralatan untuk mengurangi atau menghilangkan polusi,
pengolahan dan pembuangan limbah beracun, pemeliharaan peralatan polusi, lisensi
fasilitas untuk memproduksi limbah, serta daur ulang sisa bahan. - Biaya Kegagalan Eksternal Lingkungan (Environmental Eksternal Failure Costs)
Biaya Kegagalan Eksternal Lingkungan (environmental external failure),
adalah biaya-biaya untuk aktivitas yang dilakukan serta melepas limbah atau sampah
ke dalam lingkungan. Biaya ini terbagi menjadi dua yaitu Biaya kegagalan eksternal
yang direalisasi (realized external failure costs) adalah biaya yang dialami dan
dibayar oleh perusahaan.
Biaya kegagalan eksternal yang tidak direalisasikan (unrealized external
failure costs) atau biaya sosial disebabkan oleh perusahaan, tetapi dialami dan
dibayar oleh pihak-pihak di luar perusahaan. Contoh biaya kegagalan eksernal yang
direalisasi adalah: pembersihan danau yang tercemar, pembersihan minyak yang
tumpah, pembersihan tanah yang tercemar, penggunaan bahan baku dan energi secara
tidak efisien, penyelesaian klaim kecelakaan pribadi dari praktik kerja yang tidak
ramah lingkungan, dl
