Sistem akuntansi lingkungan terdiri atas lingkungan akuntansi konvensional
dan akuntansi ekologis. Akuntansi lingkungan konvensional mengukur dampak-
dampak dari lingkungan alam pada suatu perusahaan dalam istilah-istilah keuangan.
Sedangkan akuntansi ekologis mencoba untuk mengukur dampak suatu
perusahaan berdasarkan lingkungan tetapi pengukuran dilakukan dalam bentuk unit
fisik (misalnya sisa barang produksi dalam kilogram, pemakaian energi dalam kilo
joules), akan tetapi standar pengukuran yang digunakan bukan dalam bentuk satuan
keuangan
