Kinerja Keuangan


Menurut (Yudharma dkk 2016) Kinerja keuangan adalah gambaran mengenai
suatu kondisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu mengenai aspek
penghimpunan dana maupun penyaluran dana, yang biasanya diukur mengunakan
indikator kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas. Menurut Fahmi (2012)
kinerja keuangan perusahaan adalah suatu analisis yang menunjukan sejauh mana
perusahaan menggunakan aturan dalam pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.
Dengan menganalisis, perusahaan dapat melihat kondisi baik buruk keuangan
perusahaan yang menjadi cerminan prestasi kerja perusahaan dalam periode tertentu.
Sehingga dapat disimpulkan kinerja keuangan adalah usaha yang di lakukan oleh
perusahaan dalam memperoleh gambaran mengenai kondisi perusahaan apakah
meningkat atau menurun pada periode tertentu.
Penilaian kinerja perusahaan berbeda-beda tergantung dari bisnis yang
dijalankan. Analisis kinerja keuangan merupakan proses mengkaji secara detail,
melihat kembali data, mengukur, menghitung dan memberikan saran terhadap kondisi
keuangan prusahaan pada periode tertentu. Menurut Fahmi (2013) ada 5 tahap dalam
menganalisis kinerja keuangan perusahaan yaitu :

  1. Melakukan review atau melihat kembali laporan keuangan perusahaan
    Hal ini dilakukan dengan tujuan agar perusahaan dapat melihat dan menilai
    kembali apakah laporan keuangannya sudah sesuai dengan aturan-aturan yang
    sudah berlaku umum di dalam akuntansi atau tidak, sehingga perusahaan dapat
    mempertanggungjawakan hasil laporan keuangannya.
  2. Melakukan perhitungan
    Dengan menerapkan metode perhitungan maka akan menyesuaikan dengan
    kondisi masalah yang sedang dilakukan sehingga hasil dari perhitungan dapat
    memberikan suatu kesimpulan dari analisis yang diharapkan.
  3. Membuat perbandingan terhadap hasil hitung yang telah didapat.
    Ada dua metode yang dilakukan untuk menmbuat perbandingannya. Dengan
    kedua metode ini diharapkan akan memberikan kesimpulan mengenai kondisi
    perusahaan berada dalam keadaan sangat baik, baik, wajar, tidak baik dan sangat
    tidak baik. Kedua metode tersebut yaitu :
    a. Time series analysis yaitu membandingkan antar waktu atau antar periode
    dengan tujuan perbandingannya dapat terlihat secara grafik.
    b. Cross sectional approach yaitu membandingkan dengan melihat hasil hitung
    ratio dari satu perusahaan dengan perusahaan lainya yang sejenis dalam waktu
    yang bersamaan.
  4. Melakukan penafsiran terhadap masalah yang ditemukan
    Menganalisis kinerja keuangan setelah melakukan ketiga tahap diatas
    selanjutnya melakukan penafsiran untuk melihat permasalahan dan hambatan yang
    dialami perusahaan
  5. Mencari dan memberikan solusi terhadap masalah yang ditemukan
    Setelah melakukan penafsiran dan menemukan masalahnya maka
    selanjutnya mencari solusi yang tepat dan sesuai dengan permasalahan tersebut