Kinerja perusahaan sendiri dapat dilihat dari beberapa aspek salah
satunya adalah tingkat profitabilitas sebagai ukuran kinerja keuangan suatu
perusahaan. Saat ini para investor mulai melirik perusahaan-perusahaan yang
menjalankan tanggung jawab sosial serta memiliki laporan keuangan yang baik.
Hasil penelitian Gantino (2016:30), menunjukkan bahwa Corporate
Social Responsibility (CSR) berpengaruh positif signifikan terhadap return on
asset (ROA). Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang melaksanakan
Corporate Social Responsibility dapat memberikan dampak positif bagi
perusahaan, dimana dengan melakukan aktivitas Corporate Social Responsibility
(CSR) perusahaan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk
perusahaan, sehingga reputasi perusahaan juga meningkat dimata masyarakat.
Melalui teori legitimasi, perusahaan yang melakukan Corporate Social
Responsibility (CSR) lebih berperan dalam meningkatkan legitimasi yang akan
berpengaruh kepada sikap konsumen terhadap produk perusahaan. Hal ini akan
memicu keuangan perusahaan menjadi lebih baik sehingga laba perusahaan
meningkat dan akan diikuti oleh kenaikan ROA perusahaan di tahun berikutnya.
Namun berbeda dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Marissa Yaparto, dkk
(2013:15), menunjukkan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) tidak
berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA)
Pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan berkaitan erat dengan
profitabilitas perusahaan (Return On Asset). Hal ini dapat dilihat pada perusahaan-
perusahaan yang menjalankan dan mengungkapkan aktivitas Corporate Social
Responsibility (CSR). Perusahaan-perusahaan yang dapat menjalankan dan
mengungkapkan aktivitas CSR dengan baik dapat meningkatkan reputasi serta
dapat mengurangi biaya atas kemungkinan tuntutan atau protes yang akan terjadi,
sehingga profitabilitas perusahaan dapat meningkat.
Hubungan antara pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan dan
profitabilitas perusahaan telah diyakini mencerminkan pandangan bahwa reaksi
sosial memerlukan gaya manajerial yang sama dengan gaya manajerial yang
dilakukan pihak manajemen untuk membuat suatu perusahaan memperoleh
keuntungan,
