Kinerja Keuangan merupakan pengakuan pendapatan dan pengaitan biaya
menghasilkan angka laba yang lebih unggul di bandingkan arus kas untuk
mengevaluasi kinerja keuangan . Pengakuan pendapatan memastikan bahwa
semua pendapatan yang di hasilkan dalam suatu periode telah di akui . Pengaitan
memastikan bahwa beban yang dicatat pada suatu periode hanya beban yang
terkait dengan periode tersebut (Subramayam dan Wild, 2010).
Menurut Gantino (2016:23), Pada dasarnya, kinerja keuangan perusahaan
menggambarkan baik atau buruknya kondisi keuangan perusahaan dan
mencerminkan pencapaian prestasi perusahaan dalam menghasilkan laba pada
suatu periode tertentu yang diukur dengan menggunakan alat pengukur kinerja
keuangan. Kinerja keuangan perusahaan juga digunakan sebagai media
pengukuran subjektif yang menggambarkan efektifitas penggunaan aset oleh
sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnis utama dan meningkatkan
pendapatannya.
Kinerja keuangan merupakan bagian penting dari perusahaan karena
merupakan dasar dalam pengambilan keputusan bagi pihak internal maupun
eksternal perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan pengukuran
terhadap kinerja keuangannya. Menurut Ratih dan Setyarini (2014), Kinerja
perusahaan adalah istilah untuk menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam
menjalankan usahanya. Rasio pengukur kinerja keuangan perusahaan sebenarnya
sangat banyak, dalam penelitian ini peneliti mengambil salah satu rasio
profitabilitas sebagai proksi kinerja keuangan perusahaan, yaitu ROA (Return on
Assets)
