Pengukuran kinerja keuangan dalam penelitian ini mengaplikasikan teknik
EVA. EVA adalah parameter kemampuan manajemen dalam memberikan tambahan
nilai pada bisnisnya. Diasumsikan bahwa kinerja bisnis yang sehat dan efektif (diukur
dari sudut pandang pertambahan nilai) tercermin dari kenaikan harga saham
perusahaan. EVA secara transparan mempertimbangkan biaya modal dan
mempertimbangkan bahwa biaya modal lebih besar daripada biaya utang karena
tingginya tingkat risiko yang dihadapi pemilik modal (Segoro & Agustina, 2021).
EVA merupakan pendekatan untuk mengukur kinerja yang memperhitungkan
kebutuhan penyandang dana dan investor. EVA adalah sisa keuntungan sesudah
dikurangi biaya modal yang diinvestasikan untuk mencapai keuntungan tersebut.
Nilai EVA yang positif bermakna manajemen perusahaan sudah merealisasikan
tujuan. Sebaliknya, nilai EVA negatif bermakna perusahaan belum merealisasikan
nilai tambah ekonomis (Susmonowati, 2018).
EVA dapat didefinisikan sebagai kriteria yang berguna untuk menentukan
kompensasi manajemen di semua tingkatan. Oleh sebab itu, banyak perusahaan saat
ini mengaplikasikan EVA sebagai dasar utama dalam menentukan kompensasi
manajemen. Mengingat indikator-indikator yang ada dalam laporan keberlanjutan dan
salah satunya adalah aspek ekonomi, maka nilai tambah ekonomi dinilai
mempengaruhi pengungkapan informasi dalam laporan keberlanjutan. Keputusan
untuk mengungkapkan informasi sosial mungkin memerlukan biaya pengungkapan,
yang dapat mengurangi pendapatan (Armandani, 2022). Pada prinsipnya, EVA akan
meningkat jika manajemen dapat mengoptimalkan kinerja tanpa tambahan modal.
EVA ditentukan oleh dua faktor: tingkat pendapatan bersih dan biaya ekuitas, yang
merupakan hasil dari penciptaan nilai dalam perusahaan. EVA mendukung manajer
untuk meyakinkan bahwa unit usaha menghasilkan nilai pemegang saham. Di lai
sisi, penyandang dana dapat mengaplikasikan EVA untuk mengidentifikasi saham
yang menambah nilai (Brigham & Houston, 2001).
Pendekatan EVA diharapkan dapat lebih realistis dalam menghitung nilai
ekonomi perusahaan, dan peningkatan EVA akan memudahkan investor untuk
menanamkan modalnya pada perusahaan (Abdullah, 2003). Manfaat menerapkan
model EVA pada bisnis adalah (Handini, 2020):
- Praktik model EVA dapat bermanfaat sebagai parameter kemampuan suatu
perusahaan ketika dasar pertimbangan kinerja yaitu pada pembentukan
nilai (value creation). - Evaluasi kinerja keuangan pada model EVA telah menarik minat pengelola
sejalan bersama kebutuhan pemilik saham. Berdasarkan EVA, pengelola
bertugas sebagai pemegang saham dengan menentukan investasi yang
menumbuhkan keuntungan dan mengurangi beban modal kemudian nilai
perusahaan bisa dioptimalkan. - EVA mengoptimalkan perusahaan agar menambah pengawasan kualitas
modalnya. - Investor bisa menggunakan EVA untuk menandai proyek atau aktivitas
yang menawarkan besaran pengembalian yang lebih tinggi dibanding biaya
modalnya.
Namun, EVA memiliki kelemahan dalam mengukur pendapatan saja. Tetapi,
EVA tetap berguna sebagai acuan karena merupakan pertimbangan berupa biaya
modal yang mengimbangi dana yang digunakan untuk membiayai investasi tersebut
(Aisyiah et al., 2013)
