Pengertian Meta Analisis


Meta analisis merupakan suatu teknik statistika untuk menggambarkan hasil dua
atau lebih penelitian sejenis sehingga diperoleh paduan data secara kuantitatif (Hidayat,
2020). Saat ini meta analisis paling banyak digunakan untuk uji klinis. Hal ini dapat
dimengerti, karena uji klinis desainnya lebih baku dan memberikan bukti hubungan
kausal yang kuat. Namun, meta analisis juga dapat dilakukan terhadap berbagai studi
observasional untuk menghasilkan kesimpulan dari penggabungan hasil penelitian.
Meta analisis mampu memecahkan masalah, berbagai temuan hasil penelitian yang
mungkin saling bertentangan atau sulit diakumulasikan, pada akhirnya dapat menjadi
lebih integratif dan sistematis melalui meta analisis sebagaimana (Card, 2012)
mengatakan bahwa meta analisis merupakan suatu bentuk sintesa dari beberapa
penelitian yang difokuskan pada hasil temuan dari penelitian-penelitian tersebut.
Meta analisis bisa mengintegrasikan temuan-temuan dari beberapa studi dalam
mengungkapkan pola hubungan yang didasari literatur penemuan, sehingga mampu
memberikan dasar dalam pengembangan suatu teori (Utami, 2017). Penelitian meta-
analisis juga sering disebut dengan Meta Research (Riset Meta), karena analisa yang
digunakan disebut dengan Meta Analysis (Analisis Meta). Penelitian ini menggunakan
pustaka, buku atau jurnal sebagai sumber datanya. Dalam penelitian ini, peneliti akan
mengambil beberapa penelitian satu topik yang telah dilakukan dan dilaporkan. Dengan
melakukan hal ini, peneliti bisa mengetahui kelebihan, kekurangan, kelemahan atau
bahkan kesalahan masing-masing penelitian tersebut. Meta analisis juga disebut sintesis
penelitian kuantitatif, adalah pendekatan yang kuat untuk meringkas dan
membandingkan hasil dari literatur (Anadiroh, 2019).
Meta analisis merupakan analisis integratif hasil penelitian dengan fokus kajian
yang sama. Metode meta analisis mengubah data kualitatif ke kuantitatif dan kemudian
menggunakan analisis statistik untuk mendapatkan esensi informasi dari sejumlah data
penelitian sebelumnya (Kadir, 2012). Secara umum, tujuan meta analisis tidak berbeda
dengan jenis penelitian klinis lainnya, yaitu:

  1. Untuk memperoleh estimasi effect size yaitu kekuatan hubungan ataupun besarnya
    perbedaan antar variabel;
  2. Melakukan inferensi dari data dalam sampel ke populasi, baik dengan uji hipotesis
    maupun estimasi;
  3. Melakukan kontrol terhadap variabel yang potensial bersifat sebagai perancu
    (confounding) agar tidak m engganggu kemaknaan statistik dan hubungan atau
    perbedaan.