Pengertian Ketidakamanan Kerja

Ketidakamanan kerja menurut Greenhalgh dan Rosenblatt (1984). Merupakan

ketidakberdayaan seseorang dalam mempertahankan kesinambungan yang diinginkan dalam

kondisi kerja yang terancam termasuk dengan berbagai perubahan dalam organisasi.

Smithson dan Lewis(dalam Wijaya, 2010)mengartikan Ketidakamanan Kerja sebagai

kondisipsikologis seseorang (karyawan) yangmenunjukkan rasa bingung atau merasatidak

aman dikarenakan kondisilingkungan yang berubah-ubah. Orang dengan kebutuhan yang

tinggi akan keamanan, kemungkinan besar akan menolak perubahan-perubahan, karena

perubahan itu mengancam perasaan aman mereka (Robbins, 2001). Kondisi ini munculkarena

banyaknya jenis pekerjaan yangsifatnya sesaat atau pekerjaan kontrak. Makin banyaknya

jenis pekerjaan dengandurasi waktu yang sementara atau tidakpermanen, menyebabkan

semakinbanyaknya karyawan yang mengalami ketidakamanan kerja.

Ashford, Lee & Bobko (1989) mengatakan bahwa ketidakamanan kerja merupakan

suatu tingkat dimana para pekerja merasa pekerjaannya terancam dan merasa tidak berdaya

untuk melakukan apa pun terhadap situasi tersebut. ketidakamanan kerja dirasakan tidak

hanya disebabkan oleh ancaman terhadap kehilangan pekerjaan, tetapi juga kehilangan

dimensi pekerjaan. Ketidakamanan kerja adalah suatu kondisi yang serba tidak pasti yang

melingkupi pekerjaannya dimasa yang akan datang, reward yang didapat dari masa kerja.

Menurut Bryson dan Hervey (Nugraha, 2010) rasa tidakaman dalam bekerja dapat dibedakan

menjadi dua kategori, yakni subyektif danobyektif. Rasa tidak aman yang sifatnya obyektif

umumnya dikaitkan denganindikator yang jelas seperti job tenure, untuk mengetahui

kestabilan karyawandalam organisasi. Sementara rasa aman yang subyektif relatif sulit

diamati secaralangsung karena indikator yang digunakan adalah ancaman terhadap

hilangnyapekerjaan dan konsekuensi dari bersangkutan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ketidakamanan kerja adalah suatu

kondisi psikologis yang berkaitan dengan persepsi para pekerja, dimana karyawan merasakan

adanya kondisi yang penuh ketidakpastian dimasa yang akan datang