Dampak Ketidakamanan Kerja

Greenhalg dan Rosenblat (1984) mengkonseptualisasikan ketidakamanan kerjasebagai

suatu sumber stress yang melibatkan ketakutan, kehilangan potensi, dan kecemasan. Salah

satu akibat dari stress adalah dalam bentuk permasalahan somatik, seperti tidak bisa tidur,

dan kehilangan selera makan. Taber, Walsh, dan Cooke (Ashford dkk, 1989) menyatakan

bahwa perasaan ketidakamanan kerjadapat meningkatkan permasalahan somatik dan

hipertensi. Sementara menurut Anoraga (2009) mengatakan bila seseorang merasa dirinya

tidak aman, maka timbul reaksi-reaksi kejiwaan seperti cemas, takut tanpa alasan. Kadang-

kadang bila rasa aman ini sudah berkurang sekali, timbullah reaksi-reaksi yang bersifat

jasmaniah seperti kepala pusing, demam, sakit perut atau psiko-somatis lainnya