Klasifikasi Produk


Dalam pengembangan bisnis di dunia pemasaran, pemasar harus
memahami klasifikasi produk agar membantu dalam penentuan strategi
pemasaran agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Adapun klasifikasi produk yang
dikemukakan oleh Kotler dan Keller (2009:5) yang dialih bahasakan oleh Bob
Sabran, antara lain:

  1. Berdasarkan Ketahan (Durability) dan Keberwujudan (Tangibility)
    a. Barang yang Tidak Tahan Lama (Non Durable Goods)
    Merupakan barang berwujud yang biasanya dikonsumsi dalam satu atau
    beberapa kali penggunaan. Dengan kata lain, unsur ekonomisnya dalam
    kondisi pemakaian normal kurang dari satu tahun.
    b. Barang Tahan Lama (Durable Good)
    Merupakan barang berwujud yang biasanya dapat digunakan berkali-kali.
    Produk tahan lama ini biasanya memerlukan personal selling dan
    pelayanan yang lebih baik daripada barang tidak tahan lama, memberikan
    margin yang lebih tinggi, dan memerlukan lebih banyak garansi atau
    jaminan dari penjualnya.
    c. Jasa (Services)
    Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk
    dijual. Jasa bersifat tidak berwujud, tidak dapat dipisahkan, dan mudah
    habis, akibatnya jasa biasanya memerlukan lebih banyak pengendalian
    mutu, kredibilitas pemasok, dan kemampuan penyesuaian.
  2. Klasifikasi Barang Konsumen
    a. Barang Sehari-hari (Convenience Goods)
    Barang yang biasa dibeli konsumen, segera, dan dengan usaha yang
    minimum.
    Staple Goods
    Barang-barang yang dibeli konsumen secara teratur.
    Impulse Goods
    Barang-barang yang dibeli tanpa perencanaan atau usaha mencari
    untuk membelinya.
    Emergency Goods
    Barang-barang yang dibeli ketika timbul kebutuhan yang
    mendesak.
    b. Barang Belanja (Shopping Goods)
    Barang-barang yang karakteristiknya dibandingkan berdasarkan
    kesesuaian, kualitas, harga dan gaya dalam proses pemilihan dan
    pembelian. Barang shopping dapat dibagi dua yaitu:
    Barang Homogen
    Barang-barang dengan kualitas serupa tapi harganya berbeda.
    Barang Heterogen
    Barang-barang dengan aneka macam keistimewaan sehingga bagi
    konsumen sering lebih penting ciri-cirinya dari pada barangnya.
    Barang Khusus (Speciality Goods)
    Barang-barang dengan karakteristik unik dan atau identifikasi
    merek dimana untuk memperoleh barang-barang itu sekelompok
    pembeli yang cukup besar bersedia melakukan usaha khusus untuk
    membelinya.
    Barang yang Tidak Dicari (Unshought Goods)
    Barang-barang yang tidak diketahui konsumen atau diketahui
    namun secara normal konsumen tidak berfikir untuk membeli.
  3. Klasifikasi Barang Industri
    Barang-barang yang dibeli perorangan atau industri untuk diproses lebih
    lanjut atau digunakan untuk kegiatan bisnis.
    a. Bahan dan Suku Cadang (Material And Parts)
    Barang-barang yang sepenuhnya memasuki proses produksi dan harga
    relatifnya.
    b. Barang Modal (Capital items)
    Barang-barang tahan lama yang memudahkan pengembangan dan atau
    pengelolaan produk akhir.
    c. Layanan Bisnis dan Pasokan (Supplies and Business Services)
    Barang dan jasa tidak tahan lama yang membantu pengembangan dan
    atau pengelolaan produk akhir.