Profitabilitas


Profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk
mendapatkan laba (keuntungan) dalam suatu periode tertentu (Rezeki,
2015). Perusahaan dikatakan baik jika perusahaan tersebut mampu
memperoleh keuntungan yang besar sesuai harapan pemilik maupun
investor.Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan laba (I Ketut Gunawan, 2015). Tujuan akhir yang ingin
dicapai suatu perusahaan adalah laba yang maksimal.Perusahaan yang
memperoleh laba yang maksimal, maka dapat mensejahteraan
pemilik, karyawan, dan mampu meningkatkan mutu produk serta
melakukan investasi baru(Kasmir, 2016).
Rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk
mengukur kemampuan perusahaan dalam mencari suatu keuntungan
(Kasmir, 2016). Penggunaan rasio ini menggunakan perbandingan
antara berbagai komponen dalam laporan keuangan, terutama dalam
neraca dan laporan laba rugi. Profitabilitas adalah gambaran kinerja
keuangan perusahaan dalam menghasilkan laba dari pengelolaan
aktiva atau yang disebut juga Return On Asset (ROA) (Wijaya, 2016).
Efektivitas perusahaan dengan memanfaatkan sumber daya diukur
dengan ROA. ROA menggambarkan kemampuan perusahaan dalam
memperoleh laba.
Tujuan akhir yang ingin dicapai suatu perusahaan yang paling
penting adalah memperoleh keuntungan atau laba yang maksimal.
Dengan diperolehnya laba yang maksimal seperti yang ditargetkan,
maka perusahaan mampu meningkatkan kesejahteraan pemilik,
karyawan, serta meningkatkan mutu produk dan melakukan investasi
baru(Kasmir, 2016). Perusahaan yang memiliki laba besar merupakan
perusahaan yang sangat diminati oleh investor, karena diharapkan
mampu memberikan pengembalian laba (return)yang lebih besar bagi
investor apabila melihat dan menganalisa laporan keuangan terlebih
dahulu. Laporan keuangan dijadikan alat analisa sebelum mengambil
keputusan untuk melakukan investasi, sehingga bisa menghindari
kerugian investasi(Suhartanto, 2015).Hal ini berkaitan erat dengan
perusahaan yang ingin menampilkan performa terbaik untuk menarik
para calon investor.
Agency theory menjelaskan bahwa perusahaan yang
menghadapi biaya kontrak dan biaya pengawasan yang rendah
cenderung akan melaporkan laba lebih rendah atau mengeluarkan
biaya untuk kepentingan manajemen. Archibalt dalam I Ketut
Gunawan dkk (2015) menjelaskan bahwa perusahaan dengan
perolehan profitabilitas yang rendah cenderung akanmelakukan
perataan laba. Perataan laba adalah salah satu bentuk dari manajemen
laba. Manajer melakukan aktivitas tersebut karena dengan laba yang
rendah, akan memperburuk kinerja manajer dimata pemilik dan
nantinya akan memperburuk citra perusahaan