erdapat lima macam model yang dapat digunakan untuk
mendeteksi adanya earnings management yang ditunjukkan dengan
adanya discretionary accruals. Kelima model tersebut mengungkap
adanya earnings management yang dilakukan oleh Dechow et al.
pada tahun 1995.
- The Healy Model
Model Healy (1999) menguji manajemen laba dengan
membandingkan rata-rata total akrual yang dibagi dengan total
akrual periode sebelumnya. Healy (1985) menganggap non
discretionary accrual (NDA) tidak dapat diobservasi. Model untuk
non discretionary accrual adalah sebagai berikut:
NDA = 0 sehingga TA = NDA - The Angelo Model
DeAngelo (1986) mengasumsikan bahwa tingkat akrual
yang non discretionary mengikuti pola. Dengan demikian, tingkat
akrual yang non discretionary perusahaan i pada periode t
TA = Earn – CFO
diasumsikan sama dengan tingkat akrual yang non discretionary
pada periode t-1. Jadi, selisih total akrual antara periode t dan t-1
merupakan tingkat akrual yang discretionary. Model perhitungannya
adalah sebagai berikut :
DAit = (TAit – TAit-1) /Ait-1 - The Jones Model
Jones (1991) mengusulkan sebuah model yang
menggunakan asumsi bahwa nondiscretionary accruals bersifat
konstan. Model Jones mengontrol pengaruh perubahan lingkungan
ekonomi perusahaan pada non-discretionary accruals. Model Jones
untuk non-discretionary accruals menggunakan persamaan:
TAit/Ait-1 = α1 (1/ Ait-1) + α2 (ΔREVit / Ait-1) + α3 (PPEit / Ait-1)
- e
Keterangan :
∆REV = Pendapatan pada tahun t dikurangi pendapatan tahun t-1..
PPE = Gross properti plant dan equipment pada tahun t dibagi
total aset tahun t-1.
A – = Total aset 1 tahun sebelum tahun t.
a1, a2, a3 = Parameter perusahaan tertentu.
- The Modified Jones Model
Modifikasi model yang dilakukan oleh Jones didesain
untuk mengurangi adanya dugaan pada model Jones dalam
kesalahan mengukur discretionary accruals, ketika discretionary
dilakukan terhadap pendapatan. Dalam model yang dimodifikasi
ini, non-discretionary accruals adalah estimasi pada periode
kejadian (event period), yaitu selama periode earnings
management diperkirakan terjadi. Model perhitungannya adalah
sebagai berikut: (Dananjaya, 2013)
1) Melakukan analisis regresi untuk mengetahui nilai koefisien
𝛼1, 𝛼2, dan 𝛼3 atas model regresi berikut ini :
𝑇𝐴𝐶𝐶𝑖,𝑡
𝑇𝐴𝑖,𝑡
= 𝛼1 ( 1
𝑇𝐴𝑖,𝑡−1
) + 𝛼2 (∆𝑅𝐸𝑉𝑖,t
𝑇𝐴𝑖,t−1
) + 𝛼3 ( 𝑃𝑃𝐸𝑖,t
𝑇𝐴𝑖,t−1
) + 𝜀
Keterangan :
𝑇𝐴𝐶𝐶𝑖,𝑡 = Total pendapatan akrual perusahaan i selama tahun t,
𝑇𝐴𝐶𝐶𝑖,𝑡 = 𝑁𝐼𝑖,𝑡 − 𝐶𝐹𝑂𝑖,𝑡 (NI adalah total laba
perusahaan pada tahun t dan CFO adalah arus kas
bersih operasi perusahaan pada tahun t),
𝑇𝐴𝑖,𝑡 = Total aset perusahaan i pada tahun t
∆𝑅𝐸𝑉t = Pendapatan bersih perusahaan i tahun t dikurangi
pendapatan bersih tahun t-1
∆𝑅𝐸𝐶t = Piutang usaha perusahaan i tahun t dikurangi piutang
usaha tahun t-1
𝑃𝑃𝐸t = Nilai aset tetap perusahaan i pada tahun t
𝜀 = Error term perusahaan i pada tahun t
2) Menggunakan nilai koefisien 𝛼1, 𝛼2, dan 𝛼3 menghitung non-
discretionary accruals (NDACC) dengan memasukkannya ke dalam
model regresi berikut ini :
𝑁𝐷𝐴𝐶𝐶𝑖,𝑡 = 𝛼1 ( 1
𝑇𝐴𝑖,𝑡−1
) + 𝛼2 (∆𝑅𝐸𝑉𝑖,t−∆𝑅𝐸𝐶𝑖,t
𝑇𝐴𝑖,t−1
) + 𝛼3 ( 𝑃𝑃𝐸𝑖,t
𝑇𝐴𝑖,t−1
)
3) Dari kedua model regresi di atas, discretionary accrual (DACC)
sebagai proksi dari manajemen laba dapat dihitung dengan cara:
|𝐷𝐴𝐶𝐶𝑖,𝑡| = 𝑇𝐴𝐶𝐶𝑖,𝑡
𝑇𝐴𝑖,𝑡
− 𝑁𝐷𝐴𝐶𝐶𝑖,𝑡 - Model Industri
Dechow dan Sloan (1991) menyusun model pengukuran
manajemen laba yang dikenal dengan Model Industry. Serupa
dengan Model Jones, Model Industri menyederhanakan anggapan
bahwa akrual nondiskretioner konstan sepanjang waktu. Namun,
alih-alih mencoba secara langsung memodelkan faktor penentu
akrual nondiskritioner, Model Industri mengasumsikan bahwa
variasi dalam faktor penentu akrual nondiskresioner adalah umum
di seluruh perusahaan di industri yang sama. Model Industri
untuk akrual nondiskritioner adalah (Dechow dan Sloan, 1991) :
NDAt = γ1 + γ2medianI(TAt)
Dimana:
medianI(TAt) = nilai median dari total akrual yang diukur dengan
aset tahun t-1 untuk semua perusahaan non-sampel dalam kode
industry yang sama. Parameter spesifik perusahaan γ1 dan γ2
diperkirakan menggunakan koefesien regresi pada pengamatan di
Periode estimasi
