Menurut Scott (2015:447), terdapat empat pola manajemen laba, yaitu:
(1) Taking a Bath
Teknik ini dilakukan dengan cara mengakui biaya yang ada pada periode yang
akan datang pada periode berjalan dan menghapus beberapa aktiva pada
periode berjalan, sehingga manajer akan melaporkan kerugian pada periode
berjalan dan hal ini akan ia timpahkan karena kesalahan manajer lama.
Sedangkan untuk periode selanjutnya manajer berharap dapat meningkatkan
laba. Hal ini terjadi selama periode tekanan organisasi pada saat terjadi
reorganisasi, termasuk adanya penggantian CEO yang baru atau pergantian
manajer yang baru.
(2) Income maximization
Maksimalisasi laba bertujuan untuk memperoleh bonus yang lebih besar dan
untuk menghindari perusahaan dari pelanggaran atas kontrak hutang jangka
panjang. Peningkatan laba dapat dilakukan dengan cara memilih model-model
akuntansi yang dapat meningkatkan laba.
(3) Income minimization
Income minimization dilakukan pada saat profitabilitas perusahaan sangat tinggi
dengan maksud mengurangi kemungkinan munculnya biaya politis. Bentuk ini
mirip dengan taking a bath, dengan mempercepat penghapusan aktiva tetap dan
aktiva tak berwujud dan mengakui pengeluaran-pengeluaran sebagai biaya.
(4) Income smoothing
Income smoothing atau yang lebih dikenal dengan istilah perataan laba
dilakukan oleh perusahaan karena cenderung lebih memilih untuk melaporkan
tren pertumbuhan laba yang stabil daripada perubahan laba yang meningkat
atau menurun secara drastis, karena investor lebih menyukai laba yang relatif
stabil.
