Agency Theory


Teori keagenan menyatakan bahwa perusahaan yang memisahkan
fungsi pengelolaan dan kepemilikan akan rentan terhadap konflik
keagenan (Jensen and Mackling, 1976) dalam
(mujihartopanga.blogspot.com). Pada model keagenan dirancang sebuah
sistem yang melibatkan kedua belah pihak yaitu manajemen dan pemilik.
Selanjutnya, manajemen dan pemilik melakukan kesepakatan (kontrak)
kerja untuk mencapai manfaat (utilitas) yang diharapkan. Lambert (2001)
menyatakan bahwa dalam kesepakatan tersebut diharapkan dapat
memaksimumkan utilitas pemilik (principal), dan dapat memuaskan serta
menjamin manajemen (agent) untuk menerima reward. Manfaat yang
diterima oleh kedua belah pihak didasarkan pada kinerja perusahaan. Pada
umumnya, kinerja perusahaan diukur dari profitabilitas (Penman,
2003)dalam (mujihartopanga.blogspot.com). Besarnya profitabilitas,
selanjutnya diinformasikan oleh manajemen kepada pihak pemilik melalui
penyajian laporan keuangan.