Ada banyak metode pelatihan yang bisa di laksanakan oleh perusahaan
untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam perusahaannya, namun
dari sekian banyak metode itu, dapat di golongkan kedalam 2 bentuk metode.
Menurut Ajabar (2020:24) metode pelatihan dapat di golongkan kedalam metode
praktis (on the job training) dan metode simulasi (off the job training), berikut
penjelasan dari kedua metode tersebut :
- Metode Praktis (on the job training)
Dalam metode ini pekerja di latih tentang pekerjaan oleh seorang pelatih
yang sudah berpengalaman, biasanya karyawan di latih secara langsung oleh
pimpinan perusahaan atau orang dalam perusahaan, pelatihan ini merupakan
pelatihan yang efektif dan efisien, karean selain biayanya yang terjangkau, para
karyawan pun biasanya lebih mudah memahami materi pelatihan yang di
sampaikan. Berikut beberapa teknik yang dapat di gunakan dalam metode on the
job training menurut Handoko (dalam Ajabar 2020:25) :
a. Rotasi jabatan, dengan adanya rotasi jabatan maka akan memberikan
pengetahuan dan keterampilan baru bagi karyawan di bagian organisasi
yang berbeda.
b. Latihan intruksi pekerjaan, yaitu dengan memberikan petunjuk-petunjuk dan
teknis pelaksanaan pekerjaan karyawan secara langsung tentang pekerjaan
nya sekarang.
c. Magang, magang disini yaitu proses belajar dari orang-orang yang lebih
berpengalaman.
d. Coaching, artinya pelatihan berupa bimbingan dan arahan yang di berikan
oleh atasan kepada bawahan secara rutin tentang pekerjaannya.
e. Penugasan sementara, yaitu menempatkan seorang karyawan pada posisi
yang lebih tinggi atau sebagai panitia tertentu dalam jangka waktu yang
telah di tentukan. - Metode Simulasi (off the job training)
Metode pelatihan ini biasanya di laksanakan oleh karyawan tidak sambil
bekerja, tujuannya agar karyawan terfokus pada kegiatan pelatihan saja, selain itu
pelatihan ini biasanya instruktur nya di datangkan dari luar perusahaan dan materi
yang di sampaikannya pun lebih luas, pada metode ini peserta pelatihan menerima
representasi tiruan suatu aspek dalam organisasi dan diminta untuk menanggapi
seperti dalam keadaan sebenarnya sehingga karyawan tidak merasa jenuh, namun
pelatihan ini membutuhkan biaya yang relatif mahal dan waktu pelatihan pun
cenderung lebih lama.
Berikut beberapa teknik pelatihan simulasi menurut Sedarmayanti (dalam
Ajabar 2020:25) :
a. Studi Kasus (Case Study)
Merupakan suatu kejadian yang sering terjadi dalam perusahaan berupa
permasalahan dan kasus-kasus yang di deskripsikan secara tertulis dan para
peserta harus mencari solusinya, tujuannya agar para peserta pelatihan dapat
berfikir analitis dan melatih peserta agar dapat memecahkan masalah-
masalah yang di hadapinya dalam perusahaan.
b. Bermain Peran (Role Playing)
Dalam metode ini seseorang di tunjuk untuk mememaikan peran dan
menganalisis masalah antar pribadi serta memelihara hubungan anatar
orang-orang dalam peranan yang di bawakannya.
c. Permainan Peran Dalam Bisnis (Business Game)
Metode ini merupakan simulasi dengan memabagi peserta pelatihan
kedalam beberapa kelompok dan di intrupsikan untuk berdiskusi
menentukan langkah-langkah agar dapat berkompetisi dengan kelompok
lain dalam memecahkan sebuah permasalahan yang ada.
d. Pelatihan Beranda (Vestibule)
Merupakan metode percobaan, melatih peserta dengan cara mengarahkan
untuk melakukan suatu pekerjaan semi ahli, seperti operator mesin, ataupun
melatih dengan alat-alat dan bahan-bahan yang akan mereka temui dalam
pekerjaannya.
e. Latihan Labolatorium (Laboratory Training)
Metode ini di lakukan dengan cara peserta di bawa kedalam situasi yang
menggambarkan suatu keadaan.
f. Pelatihan Sensitivitas (Sensitivity Training)
Metode ini untuk melatih peserta terhadap prilaku nya dan prilaku orang
lain dengan cara berdiskusi.
g. Manajemen Ganda (Multiple Management)
Maksudnya dalam pelatihan ini para peserta membuat manajemen yang baru
dengan pimpinannya adalah mereka para junior yang nantinya di persiapkan
untuk menjadi seorang manajer, setelah itu peserta harus membuka
wawasannya dan menyampaikan pendapatnya berdiskusi untuk
memecahkan berbagai persoalan yang ada.
h. Peniruan Perilaku (Behaviour Modelling)
Pelatihan ini menggunakan teknik simulasi terhadap suatu bagian jabatan
tertentu misalnya mandor atau supervisior dengan masalah yang sering di
hadapinya, dan para peserta harus berprilaku layaknya orang yang
menempati posisi tersebut serta memberikan solusi dari berbagai
permasalahannya.
i. Pelatihan Alam Terbuka (Outbound)
Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk melatih kekompakan, kerjasama tim
dan percaya diri, dimana pelatihan ini di lakukan di alam terbuka dan
peserta pelatihan di bagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan
sebuah permainan tim seperti arum jeram, lintas alam, lifting water, Blind
Leader dan lain-lain
