Menurut Wheeler (2006), Visual brand identity sangatlah penting
keberadaannya, terutama sebagai sarana untuk mengkomunikasikan visi & misi
sebuah brand, sekaligus menjadi salah satu komposisi terpenting dalam
mengenalkan brand agar selalu menjadi pilihan utama konsumen. Identitas suatu
merek terdiri dari karakteristik dan atribut merek yang menyatu dengan rangkaian
asosiasi unik yang dicita-citakan dan dipertahankan oleh perusahaan (Alselm &
Kostelijk, 2008; Esch, 2008). Identitas merek membantu menciptakan hubungan
antara perusahaan dan konsumen (Fournier, 1998), dan dapat menyebabkan
persepsi kepribadian merek (Aaker, 1997; Aaker, Fournier, & Brasel, 2004)
