Brand merupakan kelompok nilai-nilai functional dan emotional yang menjanjikan
pengalaman yang unik dan dapat diterima antara pembeli dan penjual, baik dalam
konteks B2B maupun B2C (Lynch dan Chernatony, 2004). Nilai-nilai emosional
ini sendiri dapat mempengaruhi pengambilan keputusan organisasi, maka penting
bagi perusahaan untuk memperhatikan bagaimana nilai dari brand tersebut
dikomunikasikan baik dalam internal organisasi maupun eksternal organisasi.
Terdapat beberapa tipe media yang dapat digunakan perusahaan untuk
mengomunikasikan brandnya kepada para customer (External Brand
communication), yaitu Personal Selling, Advertising, Trade Show, Direct
Marketing, Internet (Lynch & Chernatony, 2004). Dimensi dari Internal maupun
eksternal brand communication ini dapat dilihat pada gambar di akhir paragraf.
Gambar 2. 1. Brand Communication
(Lynch & de Chernatony, 2004)
Schultz dan Barnes dalam Arenggoasih (2016) mendefinisikan Brand
communication masuk ke dalam brand strategy yang berarti manajemen merek
dapat diartikan sebagai kegiatan yang mengatur semua elemen-elemen yang
bertujuan untuk membentuk suatu brand. Brand communication didefinisikan
sebagai “evaluasi keseluruhan konsumen dari merek apakah baik atau buruk”
