Menurut Hollebeek et al, (2014) Brand Engagement didefinisikan sebagai
“the level of an individual customer’s motivational, brand-related by specific
levels of cognitive, emotional and behavioural activity in direct brand
interactions.” tingkat motivasi pelanggan individu, yang berhubungan dengan
merek yang ditandai dengan tingkat aktivitas kognitif, emosional, dan perilaku
tertentu dalam interaksi merek secara langsung.
Menurut So, K. K. F., King, C., Sparks, B. A., & Wang, Y. (2016), “Define
Brand Engagement as a customer’s personal connection to a brand as
manifested in cognitive, affective, and behavioral responses outside of the
purchase.” Yang dapat diartikan Brand Engagement sebagai hubungan pribadi
pelanggan dengan merek yang dimanifestasikan dalam respon kognitif, afektif,
dan perilaku tanggapan di luar pembelian.
Menurut pangenberg (2009) dalam (Hollebeek et al, 2014) Brand
Engagement adalah “A consumer’s positively valenced cognitive, emotional and
behavioral brand-related activity during, or related to, specific consumer/brand
interactions.” Yang diartikan sebagai Aktivitas kognitif, emosional, dan
perilaku konsumen yang bernilai positif terkait merek, atau yang terkait dengan
interaksi konsumen/merek tertentu.
Menurut Mane dan Diop (2017) Brand engagement adalah pendekatan
pemasaran yang memungkinkan pelanggan dan prospek merek untuk
berpartisipasi dan terlibat komitmen yang lebih kuat dalam mendefinisikan
pemasaran perusahaan, yang bertujuan untuk menciptakan, merangsang dan
mempengaruhi perilaku pelanggan.
Menurut Sarmad (2020) Brand engagement yaitu tingkat motivasi pribadi
konsumen, yang berkaitan pada merek dan pemikiran terkait konteks yang
ditandai dengan tahapan tertentu, yaitu kognitif, emosional, dan perilaku
langsung berinteraksi pada merek
