Risiko


Risiko didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat menciptakan rintangan
dalam pencapaian tujuan organisasi, karena faktor internal dan eksternal,
tergantung dari tipe risiko yang ada dalam situasi tertentu Kanchu dan Kumar
(2013) dalam Pradana dan Rikumahu (2014:197). Risiko pada umumnya
dipandang sebagai sesuatu yang negatif seperti kehilangan, bahaya, dan
konsekuensi lainnya. Kerugian tersebut merupakan bentuk ketidakpastian yang
seharusnya dipahami dan dikelola secara efektif oleh organisasi sebagai bagian
dari strategi sehingga dapat menjadi nilai tambah dan mendukung pencapaian
tujuan organisasi. Pramana (2011) dalam Sepang dan Walangitan (2013: 283)
menyatakan bahwa risiko merupakan kemungkinan situasi atau keadaan yang
dapat mengancam pencapaian tujuan serta sasaran sebuah organisasi atau
individu. Risiko muncul karena kondisi ketidakpastian. Risiko bisa dikelompokan
ke dalam risiko murni dan risiko spekulatif, yaitu:
1) Risiko murni adalah risiko dimana kemungkinan kerugian ada, tetapi
kemungkinan keuntungan tidak ada. Ada dua hal yang dapat diakibatkan
risiko ini, yaitu rugi atau break even seperti: risiko kecelakaan, kebakaran,
banjir dan semacamnya. Asuransi merupakan salah satu yang sering
berurusan dengan risiko ini.
2) Risiko spekulatif adalah risiko dimana kita mengharapkan terjadinya kerugian
dan juga keuntungan. Ada tiga hal yang dapat diakibatkan risiko ini, yaitu
rugi, untung, break even seperti: risiko usaha bisnis. Karena dalam kegiatan
bisnis kita mengharapkan keuntungan, meskipun ada potensi kerugian.
Beberapa situasi, risiko dapat mengakibatkan kehancuran. Dengan
beragamnya risiko yang mungkin terjadi, oleh karena itu perlunya dilakukan
pengelolaan dan pengendalian risiko agar perusahaan dapat mempertahankan dan
mengembangkan potensi perusahaan. Salah satu cara untuk mengelola risiko
yakni menerapkan manajemen risiko. Tipe-tipe risiko dalam perusahaan dalam
penelitian Fraser dan Simkins (2010) dapat diuraikan sebagai berikut:
a) Credit Risk
Risiko kredit adalah suatu risiko kerugian yang disebabkan oleh
ketidakmampuan dari debitur atas kewajiban pembayaran utangnya.
b) Operational Risk
Risiko operasional adalah risiko yang timbul diakibatkan karena adanya
kegagalan atau tidak memadainya proses internal
c) Strategy Risk
Risiko strategi adalah kemungkinan sesuatu yang berdampak pada
kemampuan organisasi untuk mencapai rencana bisnisnya.
d) Financial Risk
Risiko keuangan dalam konteks manajemen risiko perusahaan memiliki dua
karakteristik yang diperlukan yaitu: risiko eksogen merupakan risiko yang
timbul diluar sektor keuangan yang mana memiliki potensi untuk
mempengaruhi hasil keuangan perusahaan, dan risiko endogen merupakan
risiko yang berada didalam sektor keuangan itu sendiri seperti risiko kredit,
risiko pasar dan risiko operasional.