Jenis-Jenis Risiko


a. Eksternal, tidak dapat diprediksi
Jenis risiko eksternal yang tidak dapat diprediksi dapat ditimbulkan dari:
1) Perubahan peraturan perundang-undangan
2) Bencana alam : badai, banjir, gempa bumi
3) Akibat kejadian pengrusakan dan sabotase
4) Pengaruh lingkungan dan sosial, sebagai akibat dari proyek
5) Kegagalan penyelesaian proyek
b. Eksternal, dapat diprediksi
Jenis risiko eksternal yang dapat diprediksi dapat ditimbulkan dari:
1) Risiko pasar
2) Operasional (setelah proyek selesai)
3) Pengaruh lingkungan
4) Pengaruh sosial
5) Perubahan mata uang
6) Inflasi dan Pajak
c. Internal, non-teknik
Jenis risiko non-teknik dapat ditimbulkan dari:
1) Manajemen
2) Jadwal yang terlambat
3) Pertambahan biaya
4) Cash flow
5) Potensi kehilangan atas manfaat dan keuntungan.
d. Teknik
Jenis risiko teknik dapat ditimbulkan dari:
1) Perubahan teknologi
2) Risiko-risiko spesifikasi atas teknologi proyek
3) Desain
e. Hukum, timbulnya kesulitan akibat dari :
1) Lisensi
2) Hak paten
3) Gugatan dari luar
4) Gugatan dari dalam
5) Hal-hal tak terduga
Menurut Flanagan & Norman dalam (Labambang, 2011), risiko-risiko dalam
proyek konstruksi adalah :
1) Penyelesaian yang gagal sesuai desain yang telah ditentukan/penetapan waktu
konstruksi;
2) Kegagalan untuk memperoleh gambar perencanaan, detail perencanaan/izin
dengan waktu yang tersedia;
3) Kondisi tanah yang tak terduga;
4) Cuaca yang sangat buruk;
5) Pemogokan tenaga kerja;
6) Kenaikan harga yang tidak terduga untuk tenaga kerja dan bahan;
7) Kecelakaan yang terjadi dilokasi yang menyebabkan luka;
8) Kerusakan yang terjadi pada struktur akibat cara kerja yang jelek;
9) Kejadian tidak terduga (banjir, gempa bumi, dan lain–lain);
10) Klaim dari kontraktor akibat kehilangan dan biaya akibat keterlambatan produksi
karena detail desain oleh tim desain;
11) Kegagalan dalam penyelesaian proyek dengan budget yang telah ditetapkan.
Untuk melakukan analisis risiko secara efektif, menurut Burby dalam
(Labambang, 2011) harus mempertimbangkan hal-hal berikut:
1) Analisis yang dilakukan harus difokuskan pada kerugian finansial langsung dari
pada gangguan pelayanan atau kematian dan kerugian
2) Tingkat ketidakpastian dalam setiap perkiraan output harus dapat dinilai
3) Akurasi dari analisis harus sesuai dengan akurasi data dan tahapan proyek
4) Biaya dan usaha dalam melakukan analisis harus serendah mungkin yang dapat
diserap oleh anggaran proyek