Teori Perilaku Kerja Inovatif


Prilaku kerja inovatif didefinisikan sebagai generasi ide baru dan
berguna untuk organisasi, termasuk produk baru, ide, layanan, dan metode
manajemen (Baer dan Oldham, 2006). Di era ekonomi digital, digital teknologi
tidak hanya mendefinisikan kembali kepemimpinan, tetapi juga memiliki efek
yang luas pada organisasi dan karyawan. (Hensellek, 2020). Secara khusus, di
satu sisi, digitalisasi adalah proses perubahan konstan dengan hasil terbuka.
Organisasi harus lebih fleksibel dan terus beradaptasi di semua bagian
organisasi.
Indikator yang akann digunakan pada penelitian ini di ambil dari Scott
and Bruce’s (1994) dalam Chul Ha (2022):

  1. Menciptakan ide merupakan upaya untuk menghasilkan gagasan
    baru yang bermanfaat dalam meningkatkan kinerja individu dan
    organisasi.
  2. Mempromosikan ide merupakan upaya untuk mempromosikan
    gagasan baru ke seluruh lingkungan kerja.
  3. Merealisasikan ide yaitu upaya untuk mengaplikasikan gagasan
    secara nyata.