Supply chain operations reference (SCOR) adalah model referensi proses
yang dikembangkan oleh dewan rantai pasok (supply chain council) sebagai alat
diagnosa (diagnostic tool) manajemen rantai pasok. Model ini mampu memetakan
bagian-bagian dari supply chain yang bertujuan untuk mengukur kinerja rantai
pasok perusahaan atau industri, meningkatkan kinerja dan mengkomunikasikan
kepada pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Supply chain operation reference
merupakan alat manajemen yang mencakup mulai dari pemasok hingga konsumen
(Marimin dan Maghfiroh, 2013).
Supply chain risk management (SCRM) adalah hasil dari pengembangan
model supply chain operation reference (SCOR) yang menyajikan kerangka kerja
proses bisnis, indikator kerja, praktik terbaik dan teknologi untuk mendukung
komunikasi dan kolaborasi antar relasi dalam supply chain sehingga dapat
meningkatkan efektivitas manajemen rantai pasok dan efektivitas penyempurnaan
supply chain. Supply chain operation reference (SCOR) tersusun ke dalam lima
proses manajemen yang berbeda yaitu plan, source, make, deliver dan return dari
pemasok hingga ke konsumen. Penjelasan dari kelima proses tersebut adalah
sebagai berikut.
a. Plan merupakan proses menyeimbangkan permintaan dan pasokan untuk
menentukan tindakan terbaik dalam memenuhi kebutuhan pengadaan,
produksi dan pengiriman. Proses ini meliputi perencanaan rantai pasokan
mulai dari mengakses sumber daya rantai pasok, perencanaan penjualan
dengan mengagregasi besarnya permintaan, perencanaan penyimpanan
(inventory) serta distribusi, perencanaan produksi, perencanaan kebutuhan
bahan baku perencanaan pemilihan pemasok/supplier dan perencanaan
saluran penjualan.
b. Source merupakan proses yang berhubungan dengan kebutuhan untuk
membeli bahan baku (material) dan outsourcing. Proses ini mencakup kerja
sama dengan supplier, komunikasi supplier, penerimaan barang,
pemeriksaan dan pengecekkan barang, hingga pembayaran (pelunasan)
barang ke supplier.
c. Make adalah proses yang berkaitan dengan proses produksi, meliputi
permintaan dan penerimaan kebutuhan bahan baku, pelaksanaan produksi,
pengemasan dan penyimpanan produk di ruang penyimpanan.
d. Deliver merupakan proses yang berkaitan dengan distribusi produk dari
perusahaan/industri kepada konsumen, meliputi pembuatan dan
pemeliharaan database konsumen, pemeliharaan database harga produk,
pemuatan produk ke dalam armada distribusi, pemeliharaan produk di dalam
kemasan, pengaturan proses transportasi dan verifikasi kinerja distribusi.
e. Return adalah proses pengembalian produk dari konsumen karena beberapa
alasan, seperti produk rusak/cacat, ketidaktepatan jadwal pengiriman dan
lain sebagainya. Proses ini meliputi kegiatan penerimaan produk yang
dikembalikan (return), pengelolaan administrasi pengembalian, verifikasi
produk yang di-return, disposisi dan penukaran produk
