Manajemen rantai pasok dalam lingkungan bisnis merupakan solusi yang
tepat untuk membantu perusahaan merespon perubahan pasar yang cepat. Dalam
kolaborasi rantai pasok, perusahaan memperdalam hubungan mereka dengan
banyak mitra sehingga menjadi lebih bergantung satu sama lain. Tingkat
ketergantungan dan kompleksitas ini membuat rantai pasok lebih rentan terhadap
risiko. Setiap risiko yang terjadi pada salah satu pelaku rantai pasok dapat
mempengaruhi jaringan rantai pasok secara keseluruhan, seperti berhentinya arus
informasi dan sumber daya dari hulu ke hilir dalam rantai pasok yang
menyebabkan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan (Suharjito et al.,
2010).
Banyak perusahaan yang telah mengkaji bahwa selain risiko tradisional
yang muncul dalam kegiatan bisnis mereka, ada risiko lain sebagai akibat dari
kolaborasi yang ketat dalam rantai pasok (Giunipero dan Eltantawy, 2004). Setiap
risiko tersebut dapat secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi mitra
dalam jaringan rantai pasok. Demikian pula interaksi antar risiko yang
menyebabkan kerugian total dalam rantai pasok. Oleh karena itu, perlu untuk
mengelola risiko rantai pasokan guna menghindari konsekuensi yang
berkelanjutan.
