Perilaku kerja inovatif melibatkan pemunculan dan penerapan ide pada
metode, prosedur kerjaan untuk memberikan dukungan keuntungan pada unit yang
bersangkutan. Ide-ide tersebut dapat muncul Ketika karyawan memiliki inspirasi
untuk memberikan konstribusi terhadap pekerjaannya. Karyawan yang benar-benar
engage dengan pekerjaannya dengan mudah akan menghasilkan ide-ide kreatif dan
inovatif, yang berguna bagi kemajuan perusahaan (Ardy, 2018).
Perilaku inovatif karyawan dapat terbentuk dengan baik karena memiliki
work engagement yang baik pula. Apabila karyawan memiliki work engagement
yang tinggi maka akan cenderung menampilkan perilaku kerja yang inovatif.
Menurut Baharsyah & Nugrohoseno, (2021) bahwa karyawan yang engage
ditempat kerja memperlihatkan lebih banyak perilaku inovatif ketika bertugas. Hal
ini terjadi karena karyawan tersebut memiliki pikiran positif sehingga pikiran
mereka melebar, menjadi Tindakan-tindakan yang menyelesaikan masalah-
masalah pekerjaan dengan cara-cara baru. Hal tersebut diperkuat oleh Bakker dan
Leiter yang menyatakan bahwa karyawan engage memiliki sikap positi yang
mendorong mereka untuk memiliki persepsi integrative dan kreatif dalam
menciptakan nilai-nilai yang melayani perusahaan.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Faizal Abdul Aziz dan Sri Raharso
(2019) pada karyawan minimarket di sekitar Antapani, Bandung. Dengan
menggunakan sampel sebanyak 150 karyawan, dimana datanya dianalisis dengan
menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
adanya pengaruh positif yang signifikan antara work engagement terhadap perilaku
inovatif karywan. Adapun penelitian yang dilakukan Ariyani & Hidayati, (2018)
pada karyawan PT. BANK OCBC NISP , dengan mengambil sample sebanyak 378
orang, yang datanya dianalisis dengan menggunakan metode analisa regresi linier
berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work engagement berpengaruh
signifikan dan positif terhadap perilaku inovatif karyawan.
