Keterkaitan job crafting terhadap perilaku inovatif karyawan


Secara teoritis, konseptualisasi job crafting dan perilaku inovatif memiliki
beberapa kesamaan, karena keduanya melibatkan proses perubahan dan eksplorasi
ide-ide baru. Job crafting secara khusus ditargetkan untuk mengubah karakteristik
pekerjaan serta mewakili penciptaan batasan pekerjaan pribadi seseorang.
Sedangkan, kreativitas menciptakan sebuah ide baru yang bermanfaat untuk
menciptakan produk dan prosedur kerja (Aini, 2022).
Job crafting menggambarkan upaya yang dilakukan karyawan untuk
menciptakan perilaku inovatif, ketika job crafting ditingkatkan maka akan diiringi
dengan perilaku inovatif karyawan. Hal ini sejalan ketika karyawan dituntut untuk
mampu bekerja secara kreatif dan inovatif serta meminta feedback terhadap
kerjaanya maka akan memberikan dukungan emosional terhadap kinerja, dimana
hal tersebut memberikan dukungan emosional terhadap karyawan dalam mengatasi
kesulitan yang melekat dalam proses menciptakan inovasi.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Aini (2022), pada karyawan PT. Bank
Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim), dengan menggunakan sampel 75
orang yang dianalisis dengan menggunakan metode Partial Least Square (PLS).
Menunjukkan bahwa job crafting berpengaruh signifikan terhadap perilaku inovatif
dan kreativitas. Job crafting berpengaruh signifikan terhadap work engagement.
Work engagement tidak berpengaruh signifikan terhadap kreativitas