Persediaan merupakan bahan atau barang yang disimpan untuk tujuan tertentu,
anatara lain untuk proses produksi, jika berupa bahan mentah maka akan diproses
lebih lanjut, jika berupa komponen maka akan dijual kembali menjadi barang
dagangan. Persediaan merupakan bagian yang terbesar dalaam penggunaan
modal kerja perusahan dan merupakan aktiva yang selalu mengalami perubahan
setiap saat. Persediaan juga menglami perputaran yang berbeda–beda, tinggi
rendahnya perputaran akan berpengaruh langsung terhadap besar kecilnya dana
yang ditawari atau dibutuhkan dalam persediaan tersebut (Siagian, 2005:161).
Pembelian item berulang sering diadakan strategi persediaan. Dengan demikian,
kebijakan persediaan memiliki pengaruh yang besar terhadap keputusan
pembelian kuantitas. Beberapa pertanyaan banyak untuk memesan, kapan, dan
berapa banyak untuk dibawa dalam saham adalah keputusan kunci dikenakan
pemeriksaan perbaikan terus-menerus bersama dengan fokus pada kualitas dan
pelanggan, karyawan, dan kepuasan pemasok. Penting dalam membuat
pengiriman, persediaan, atau keputusan ukuran pesanan pembelian untuk
memahami mengapa persediaan ada dan apa trade-off yang relevan(Lenders,
Fearon, Flynn, dan johnson, 2002:200). Semakin tinggi perputaran persediaan
berarti semakin pendek waktu yang dibutuhkan dalam persediaan, sehingga
kebutuhan dan relatif lebih kecil dan sebaliknya semakin lamban perputaran
persediaan akan semakin lama waktu yang dibutuhkan dalam persediaan,
sehingga kebutuhan dana untuk persediaan relatif besar. Strategi persediaan
meliputi beberapa bagian, yaitu:
a. Fungsi Persediaan
Persediian memiliki berbagai fungsi penting menambah fleksibilitas dari
operasi suatu perusahaan. Fungsi dasar persediaan sebenarnya sangat
sederhana, yaitu meningkatkan profability perusahaan. Persediaan
kebijakan perushaan yang aman adalah memiliki persediaan dalam jumlah
banyak, tetapi ternyata hal ini akan menyebabkan tingginya biaya untuk
penyimpanan dan pembelian bahan atau barang yang bersangkutan,
sedangkan kelebihan persediaan juga akan menyebabkan banyaknya dana
yang terserap dalam persediaan sehingga tidak efisien. Sebaliknya, bila
persediaan terlalu sedikit akan berisiko kekurangan bahan atau barang dan
akan menggangu kelancaran proses produksi, selain itu juga biaya
pembelian dan biaya persediaan juga semakin besar. Selain fungsi dasar
persediaan, ada beberapa fungsi persediaan yang lainnya, yaitu:
- Fungsi pemisahan wilayah, merupakan spesialisasi ekonomis antara
unit pembuatan (manufacturing) dan unit distribusi yang dibagikan
dalam wilayah – wilayah yang ditangani. - Fungsi decoupling, merupakan fungsi suatu produk yang di proses dan
didistribusikan dalam ukuran yang ekonomis. - Fungsi penyeimbang dengan permintaan, Persediaan berfungsi untuk
menyeimbangkan kebutuhan konsumsi dengan produksi, agar
kebutuhan konsumsi dapat dipenuhi dengan lancar dari proses
produksi yang dilakukan. Sifat permintaan dapat bersifat stabil dan
musiman. - Fungsi penyangga (buffer stock). Persediaan memiliki fungsi sebagai
penyangga agar proses produksi berjalan lancar tanpa hambatan.
Fungsi penyangga dilaksanakan dengan menetapkan persediaan
pengaman (safety stock).
b. Jenis – Jenis Persediaan
Secara umum, persediaan dapat dibedakan dari beberapa jenis, anatar a
lain sebagi berikut. - Persediaan bahan baku atau yang disebut juga persediaan bahan
mentah, yaitu bahan atau barang yang akan di proses lebih lanjut
menjadi barang jadi. Bahan mentah dapat digunakan pada proses
produksi untuk pemasok yang berbeda. - Persediaan barang dalam proses, merupakan persediaan yang telah
mengalami perubahan, tetapi belum selesai. - Supplies inventory adalah persediaan yang berfungsi sebagai
penunjang dalam proses operasi atau produksi agar berjaalan lancar. - Persediaan barang dagangan, merupakan persediaan yang akan dijual
kembali sebagai barang dagangan. - Persedian barang jadi, merupakan yang dipenuhi dari hasil operasi
atau produksi yang sudah selesai dan masih disimpan di gudang
perusahaan.
c. Biaya–biaya Persediaan
Tujuan dari kebanyakan model persediaan adalah untuk meminimlkan
biaya total secara keseluruhan. Dalam menetapkan kebijakan persediaan,
biaya–biaya yang ditimbulkannya dapat diklasifikasikan menjadi
beberapa biaya. Biaya–biaya tersebut akan menjadi pertimbangan dalaam
menentukan jumlah persediaan, yang sifatnya saling berlawanan, antra
lain: - Biaya simpan, biaya untuk menyimpan/menjaga ataau merawat
persedian. - Biaya pesan, biaya yang timbul selama proses pemesanan, misalnya
biaya administrasi pemesanan, biaya proses pesan, biaya bongkar
muatan dan sebagainya. - Biaya penyiapan, biaya yang timbul untuk menyiapkan mesin atau
proses untuk produksi jika barang/komponen yang diperlukan
diproduksi sendiri oleh perusahaaan. - Biaya kehabisan bahan, biaya yang timbul jika terjadi kehabisan
bahan.
d. Persoalan–persoalan Manajemen Persediaan
Mengelola persediaan melibatkan berbagai jenis masalah. karena
mengelola persediaan tidak dapat ditangani dengan menggunakan metode
solusi tunggal, kita perlu mengkategorikan metode dalam beberapa
kelompok jurusan. manajemen persediaan menggunakan just-in-time
metode tidak akan dimasukkan dalam pengelompokan ini. dengan metode
manajemen persediaan yang tersisa, kami asumsi bahwa kondisi tingkat
permintaan dan variabilitas, lead time dan variabilitas, dan biaya-
persediaan terkait diketahui, dan bahwa kita harus melakukan yang
terbaik pengendalian persediaan pekerjaan, mengingat kondisi ini.
Sebaliknya, just-in-time philosopy (supply langsung untuk menuntut
seperti itu terjadi) adalah untuk elliminate persediaan dengan mengurangi
variabilitas permintaan dan siklus pengisian waktu, mengurangi ukuran
lot, dan menjalin hubungan yang kuat dengan sejumlah pemasok untuk
memastikan produk berkualitas dan ketertiban mengisi akurat (Ballou,
2004:331).
